Nilai Moral Remaja Turun, Presiden LSN Gus Fawait Tegaskan Untuk Syiarkan Salawat

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Nilai Moral Remaja Turun, Presiden LSN Gus Fawait Tegaskan Untuk Syiarkan Salawat

Foto: Gus Fawait saat memberikan materi wawasan kebangsaan tentang syiar salawat.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Menyoroti soal menurunnya moral generasi muda saat ini. Salah satunya menyoal viralnya video perbuatan sekelompok pelajar yang menendang nenek di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Muhammad Fawait, menilai perlunya menanamkan nilai-nilai kebaikan dari Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatannya melakukan pelantikan dan pengkaderan, dalam acara Konsolidasi Srikandi LSN di Hotel Aston Jember, Senin (21/11/2022).

Menurut pria yang juga akrab disapa Gus Fawaid ini, untuk menanamkan nilai-nilai dari Nabi Muhammad SAW yang baik, khususnya kepada generasi muda di Indonesia. Salah satunya dengan selalu dan terus mensyiarkan salawat di tengah kalangan generasi muda.

“Filosofi berdirinya Laskar Sholawat Nusantara ini. Kita syiarkan salawat, ajaran-ajaran baginda Nabi. Maka dengan pengkaderan ini adalah nanti yang akan masuk ke bagian terkecil masyarakat. Kelompok-kelompok pengajian yang untuk (terus) melakukan syiar salawat, untuk memberi semangat kepada orang-orang apapun profesinya. Baik itu pedagang, petani, politisi, dan lain-lain, untuk tidak lupa membaca salawat,” kata Gus Fawaid saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Pentingnya bersalawat, lanjutnya, diyakini jika nanti benar-benar disyiarkan. Maka nilai-nilai rasa cinta NKRI, juga moral-moral generasi muda mendatang akan semakin baik dan kuat.

“Apalagi yang paling penting, adalah kita ingin bangsa dan negara ini akan menjadi bangsa yang maju dan beradab,” ujarnya.

Menyoroti persoalan viral video sekelompok pelajar yang menendang seorang nenek. Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur ini, dinilainya sebuah hal yang miris dan memprihatinkan.

“Sehingga salah satu solusinya, mungkin kita harus selalu mensyiarkan salawat ini. Apalagi mayoritas di bumi Indonesia ini, 80 persen lebih umat Islam. Maka kita harus kembali meniru ajaran kita baginda Nabi. Karena ajaran baginda Nabi itu, juga salah satu bentuknya di bangsa ini adalah pengamalan Pancasila,” ucapnya.

“Sehingga orang yang mengamalkan pancasila, itu sama halnya mengamalkan ajaran-ajaran baginda Nabi. Maka kita harus syiarkan (ajaran baik) baginda Nabi, syiar Pancasila,” sambungnya menegaskan.

Terkait syiar dan membumikan salawat itu, lanjut Gus Fawait, kalau betul-betul diterapkan. Termasuk juga menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Saya yakin tidak akan ada kejadian-kejadian seperti anak SMP yang tiba-tiba nendang seorang nenek-nenek dengan alasan hanya iseng saja. Itukan buah simalakama, mau dihukum ya masih di bawah umur, gak dihukum tapi kok kurang ajar,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment