Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BisnisEkonomi

Grand Launching Arinna Hidayah Bakery, Usaha Roti yang Usung Misi Sosial dan Pemberdayaan Perempuan

×

Grand Launching Arinna Hidayah Bakery, Usaha Roti yang Usung Misi Sosial dan Pemberdayaan Perempuan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Owner Arinna Hidayah Bakery, Hj. Arinna Hidayah saat menyampaikan sambutan grand launching didampingi Arumi Bachsin di Graha Adipoday, Sumenep. (Dok. Arinna Hidayah Bakery/wartazone.com)
FOTO: Owner Arinna Hidayah Bakery, Hj. Arinna Hidayah saat menyampaikan sambutan grand launching didampingi Arumi Bachsin di Graha Adipoday, Sumenep. (Dok. Arinna Hidayah Bakery/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Minggu pagi, (6 Juli 2025), Graha Adipoday, Kota Sumenep, dipadati ratusan pengunjung yang antusias mengikuti peluncuran resmi Arinna Hidayah Bakery. Di tengah gemuruh acara, aroma khas roti yang baru matang menyambut para tamu dari dapur mini yang disulap menjadi studio demo baking.

Peluncuran ini menandai hadirnya Arinna Hidayah Bakery sebagai pelaku UMKM baru yang tidak hanya fokus pada bisnis kuliner, tetapi juga mengusung misi sosial dan pemberdayaan perempuan. Diinisiasi oleh Hj. Arinna Hidayah, bakery ini lahir dari niat mulia menjadikan usaha sebagai ladang ibadah dan kebermanfaatan.

“Setiap roti yang kami hasilkan diniatkan untuk kebaikan. Ini bukan tentang kami, tapi tentang manfaat untuk sesama,” ujar Hj. Arinna dalam sambutannya yang penuh semangat di hadapan para tamu undangan.

Acara grand launching ini turut dihadiri oleh tokoh perempuan Jawa Timur, Arumi Bachsin, serta Chef Marinka yang menyuguhkan demo membuat brownies dan roti manis khas Arinna. Suasana makin meriah saat Chef Marinka mengajak salah satu tamu naik ke panggung, menghidupkan interaksi hangat dan menginspirasi antara tamu dan chef.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan legalitas, Arinna Hidayah Bakery juga menerima sertifikat halal dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep dalam kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah. Ini bagian dari upaya kami menjadikan Arinna Hidayah Bakery sebagai role model bagi UMKM lokal. Bahwa usaha kecil bisa naik kelas, bisa bersaing, tanpa kehilangan jati diri lokal,” tambah Hj. Arinna.

Dalam sambutannya, Arumi Bachsin memberikan apresiasi terhadap konsep bakery ini. Ia menilai kehadiran Arinna Hidayah Bakery sebagai bentuk UMKM ideal yang turut membangun sistem pemberdayaan perempuan secara nyata.

“Yang dibangun Ibu Arinna bukan hanya bisnis, tapi sistem. Ia melibatkan perempuan desa, memperkuat kemandirian, dan menghadirkan produk lokal dengan kualitas premium,” tutur Arumi.

Diketahui, sekitar 80 persen tenaga kerja di Arinna Bakery merupakan perempuan dari desa-desa sekitar. Mereka tidak hanya dipekerjakan, tapi juga dibekali pelatihan kewirausahaan agar kelak bisa mandiri.

Dari sisi produk, Arinna Hidayah Bakery menghadirkan cita rasa khas Madura. Tape singkong, talas, kelapa muda, dan ubi ungu menjadi bahan utama berbagai varian roti dan kue yang ditawarkan. Dalam festival produk yang turut digelar, pengunjung tampak antusias mencicipi sajian khas tersebut.

Peluncuran bakery ini menjadi angin segar bagi dunia UMKM di Sumenep. Menggabungkan nilai sosial, kualitas produk, dan pemberdayaan lokal, Arinna Hidayah Bakery diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.