Ternyata Ini yang Menyebabkan Gangguan Kesuburan hingga Sulit Hamil

0 Komentar
Reporter : Helmy
Ternyata Ini yang Menyebabkan Gangguan Kesuburan hingga Sulit Hamil

Ilustrasi Gangguan Kesuburan hingga Sulit Hamil. (Sumber: Shutterstock/Prostock-studio)

WARTA ZONE – Gangguan kesuburan atau yang dikenal dengan infertilitas dalam dunia medis kini telah banyak kasus yang terjadi di dunia modern.

Latar belakang yang menyebabkan gangguan kesuburan hingga kesulitan hamil banyak faktor yang dapat memicunya seperti pola hidup, makanan, hingga pekerjaan ditengarai memiliki pengaruh besar.

Seperti dikutip dari tempo.co yang melansir dari Hindustan Times pakar fertilitas di India, Kshitiz Murdia mengatakan bahwa faktor penyebab gangguan kesuburan bisa terjadi karena gaya hidup seseorang.

Meminum alkohol serta mengonsumsi obat-obatan terlarang dan merokok dapat mengganggu kemampuan pasangan untuk hamil.

Baca Juga:  Manfaat Daun Singkong, Salah Satunya Bisa Mengobati Luka

“Misalya diabetes, yang kadang-kadang disebut sebagai penyakit gaya hidup, dapat menyebabkan sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada wanita dan testosteron rendah pada priakeduanya berpengaruh pada kesehatan reproduksi dan dapat menyebabkan infertilitas,” katanya pada Hindustan Times, Minggu, 20 November 2022 kemarin.

Selain penyebab di atas, Kshitiz Murdia juga berpendapat hal-hal yang membahayakan kesuburan pria adalah penderita diabetes jangka panjang.

Pasien diabetes jangka panjang dapat mengalami masalah sirkulasi darah dan masalah dengan saraf. Hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi, atau kesulitan ereksi, serta masalah ejakulasi.

Baca Juga:  Jangan Sepelekan Singkong, Jenis Umbi-umbian Ini Bisa Atasi Masalah Kesuburan

Adapun pasien wanita dengan diabetes tipe 1 memiliki kemungkinan hamil lebih kecil dibandingkan dengan wanita tanpa diabetes.

Selain masalah diabetes, obesitas serta anemia atau kekurangan hemoglobin dalam darah merah juga memiliki dampak terhadap kesuburan seseorang.

“Kita bisa terkena racun berbahaya di lingkungan. Ini dapat mencakup bahan radioaktif, gas pabrik yang berbahaya, atau polusi dalam jumlah tinggi. Paparan jangka panjang seperti itu dapat mempengaruhi sistem reproduksi pria dan wanita, yang akhirnya dapat mengubah ukuran dan bentuk sel telur dan sperma,” paparnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment