RSUD Moh. Anwar Sumenep Tambah Dua Mesin Antrian Pasien

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Foto: Kabid Informasi dan Evaluasi RSUD Moh Anwar Sumenep dr. As’ad Zainudin, ditemui di ruang kerjanya. Rabu (31 Januari 2024). (Panji Agira/wartazone.com)

Foto: Kabid Informasi dan Evaluasi RSUD Moh Anwar Sumenep dr. As’ad Zainudin, ditemui di ruang kerjanya. Rabu (31 Januari 2024). (Panji Agira/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, menambah dua unit mesin antrian pasien di Front Office (FO) sebagai upaya dalam mencegah antrian pasien di loket pendaftaran.

Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Jumat (23 Februari 2024).

Diketahui RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dibawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyati, sebelumnya hanya terdapat satu mesin, dan alat ini sudah tersedia dengan finger digital.

Kepala Bidang Informasi dan Evaluasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. As’ad Zainuddin, mengatakan, penambahan 2 unit mesin antrian pasien di FO yang tersedia dengan finger digital yang memiliki keunggulan.

Baca Juga:  Wujud Bismillah Melayani, BPRS Bhakti Sumekar Serahkan Mobil Lasehat ke RSUD Sumenep

“Mengenai platform baru anjungan mandiri ini, kami telah menambahkan dua unit baru yang merupakan salah satu alat pendukung untuk mempersingkat antrian loker pendaftaran,” katanya.

Menurut dr. As’ad, dengan menambahkan 2 unit mesin antrian pasien di FO mampu mempercepat, mempermudah dan meringkas pelayanan antrian pasien di loket pendaftara.

Selain itu juga mampu menata laksanakan bridging pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan finger BPJS Kesehatan.

“kami diminta menyediakan alat baru ini, dimana tersebut mempunyai kelebihan salah satunya bisa mencetak SEP, dari keunggulan alat yang baru ini memang sesuai dengan arahan ibu direktur,” terangnya.

Baca Juga:  Free Booking Onkologi, Cara RSUD Moh Anwar Sumenep Hadirkan Kemudahan Pelayanan

Pihaknya mengaku alat ini juga menjadi salah satu syarat untuk pendaftaran bagi pasien-pasien, utamanya pasien BPJS.

“Karena di Sumenep, sesuai amanah dan kebijakan bapak Bupati Sumenep, disini merupakan kabupaten yang telah menerapkan UHC,” terangnya.

Dr. As’ad menjelaskan bahwa diatas 96 persen penduduk Sumenep sudah terdaftar dalam kepesertaan BPJS. Bagi pasien BPJS untuk rumah sakit di manapun pasti mencetak SEP.

“Dan alat yang baru ini bisa masuk ke sistem yang SEP-nya bisa langsung tercetak,” paparnya.

Jadi ini juga berkaitan dengan finger print. Oleh karena itu, sistem BPJS mewajibkan seluruh pasien BPJS, khususnya di beberapa klinik umum, untuk diambil finger print hampir 90%. Apabila terdapat finger print di loket pendaftaran atau di poli.

Baca Juga:  Gandeng Unisma, RSUD Moh Anwar Sumenep Bersiap Menjadi Rumah Sakit Pendidikan

“Maka sekarang bisa langsung dilakukan di anjungan mandiri,” imbuhnya.

Sesuai arahan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, komitmen selalu memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, dan berhasil dua unit mesin itu direalisasikan di akhir tahun 2023.

“Dan alat yang baru itu memang sangat membantu dan sudah digunakan berjalan satu bulan lebih,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment