Status Desa Mandiri di Sumenep Tumbuh Subur, Bukti Kerja Nyata Bupati Fauzi

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (dok. Ist)

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (dok. Ist)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Sejumlah desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berstatus Desa Mandiri terus bertambah setiap tahunnya.

Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumenep, saat ini Desa Mandiri di Kabupaten Sumenep mencapai 101 desa. Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan, sebab hanya ada satu desa yang mencapai status tersebut di tahun 2021, yakni Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Desa-desa Mandiri itu tidak terbatas di daerah daratan saja, tetapi juga pada wilayah kepulauan, dengan rincian sebagai berikut.

Kecamatan Kota Sumenep 12 desa, Kalianget 4 desa, Manding 1 desa, dan Talango 3 desa. Lalu, Kecamatan Bluto 2 desa, Lenteng 5 desa, Guluk-Guluk 6 desa, Ganding 7 desa, Pragaan 5 desa, dan Ambunten 1 desa.

Kemudian, Kecamatan Pasongsongan 4 desa, Dasuk 3 desa, Rubaru 3 desa, dan Batang-batang 5 desa. Selanjutnya Kecamatan Batuputih 4 desa, Dungkek 4 desa, Gapura 17 desa, Gayam 2 desa, dan Raas 2 desa. Termasuk di Kecamatan Arjasa 2 desa, Sapeken 2 desa, dan Batuan 7 desa.

Baca Juga:  Tangani Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumenep Salurkan 4 Bantuan

Penambahan status Desa Mandiri disebut-sebut tak lepas dari peran Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang terus menggenjot pembangunan di desa-desa, terutama dalam infrastruktur pedesaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Anwar Syahroni menyampaikan, peningkatan jumlah Desa Mandiri di Kota Keris tidak bisa dilepaskan dari peran Bupati Fauzi.

Menurutnya, sebagai kepala daerah, bupati Fauzi memiliki komitmen kuat untuk terus mewujudkan pembangunan perekonomian, sosial hingga lingkungan yang baik dan berdampak langsung pada masyarakat.

Segala usaha yang dilakukan oleh Bupati Fauzi itu, kata dia berhasil menambah jumlah Desa Mandiri di Sumenep, setiap tahunnya.

”Saat ini desa mandiri di Sumenep sudah mencapai 101. Itu jelas meningkat dibandingkan tahun 2021 yang hanya ada satu desa,” ungkapnya. Selasa (25 Juni 2024).

Adanya peningkatan status desa, lanjut Anwar, menjadi bukti nyata adanya pengelolaan keuangan desa yang baik, lalu ketersediaan infrastruktur yang memadai, fasilitas kesehatan, hingga program-program lain yang berjalan maksimal.

Baca Juga:  Jemput Bola Layani Administrasi Kependudukan, Bupati Sumenep: Petugas Jangan Mempersulit, Beri Pelayanan Terbaik

”Teman-teman di desa juga melaksanakan pembangunannya dengan baik. BUMDes-nya juga berjalan serta sektor wisata juga tumbuh subur,” terangnya.

Pihaknya mengungkapkan, saat ini tersisa 229 desa yang belum berstatus mandiri, dari 330 desa yang dimiliki Sumenep.

Melalui sistem pentahelix, pihaknya berharap semua desa di Sumenep bisa berstatus mandiri. Sebab hal itu memberi banyak keuntungan bagi desa, diantaranya akses program dari pemerintah pusat yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab kepentingan masyarakat.

”Dengan status mandiri, tentu akan lebih mudah mendapatkan program dari pusat maupun provinsi,” tutupnya.

Baca Juga:  Penguatan Call Center 112, Bupati Sumenep Bekali Seluruh Puskesmas HT Digital

Secara terpisah, Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, perubahan status desa bertujuan untuk membantu dan memfasilitasi akses masyarakat, sehingga roda perekonomian di desa-desa tersebut bisa bergerak maksimal.

Oleh sebab itu pula, dirinya terus meningkatkan pembangunan jalan, jembatan, irigasi, listrik, dan air bersih terus ditingkatkan. Termasuk sarana pendidikan dan kesehatan di desa, yang dinilai berdampak pada kemajuan desa.

”Komitmen kami memang bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Salah satunya dengan meningkatkan perekonomian desa,” jelasnya.

Selain melakukan peningkatan pembangunan, pihaknya juga serius memberdayakan pelaku UMKM dan mempromosikan objek wisata, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi tersebut.

”Kita terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar desa di Sumenep bisa memanfaatkan potensinya dan menjadi desa mandiri,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment