Bupati Sumenep Tak Divaksin, Ini Alasannya

0 Komentar
Reporter : Abd. Wakid
DISUNTIK: Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf Nurcholis saat menerima vaksinasi pertama di Pendopo Agung Keraton (Foto: Abd Wakid)

DISUNTIK: Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf Nurcholis saat menerima vaksinasi pertama di Pendopo Agung Keraton (Foto: Abd Wakid)

SUMENEP, (WARTA ZONE) — Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menghadiri launching vaksinasi perdana di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (28/1) pagi. Namun suami Nurfitriana ini tidak di vaksin.

“Kalau saya dan Pak Sekda Edy Rasiyadi kan alumni (pernah COVID,red). Jadi memang tidak usah divaksin. Selain itu faktor umur juga, saya sudah 60 tahun,” ungkap Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.

Ketua Tim Satgas COVID-19 Kota Sumekar ini menambahkan, di jajaran Forkopimda ada tiga orang yang dipastikan akan mengikuti vaksinasi. Yakni, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir, Kepala Kejaksaan Negeri, Djamaluddin dan Wakil Bupati Achmad Fauzi.

Baca Juga:  Kejuaraan Kerapan Sapi di Sumenep, Cara Bupati Cak Fauzi Lestarikan Budaya Leluhur

Namun demikian, dari hasil pemeriksaan medis, ketiga pimpinan ini juga tidak bisa menerima vaksin akibat terkendala kesehatan.

“Selain Forkopimda dan tenaga kesehatan, kami juga melibatkan organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah,” ucap Bupati dua periode ini.

Politisi senior PKB tersebut menambahkan, bahwa vaksinasi di Sumenep dilaksanakan secara serentak di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kecuali di Kecamatan Masalembu.

“Masa lembu belum kita kirim, karena masih terkendala cuaca. Kita akan sesuaikan dengan keadaan kapal,” ucapnya. “Kita usahakan dalam dua hari bisa selesai,” tandasnya.

Baca Juga:  Beri Sambutan Seminar Nasional IAA, Bupati Sumenep Ajak Santri Warnai Dinamika Politik dan Kekuasaan

Sekadar informasi, vaksin perdana di kabupaten ujung timur Pulau Madura diterima oleh Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf Nurcholis. Selanjutnya diikuti oleh Ketua Ormas dan yang lain. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment