Ketua DPRD Sumenep Banyak Terima Aduan dari Pengasuh Ponpes, Minta KBM Segera Dinormalkan

0 Komentar

Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur K. Abdul Hamid Ali Munir. (Foto: Istimewa)

SUMENEP, (WARTA ZONE) Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur K. Abdul Hamid Ali Munir menyampaikan jika saat ini pihaknya sering menerima aduan dari sejumlah pengasuh pondok pesantren.

“Setelah Idul Fitri, saya banyak menerima permintaan dari beberapa pengasuh Ponpes di Sumenep agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali dilakukan seperti sediakala,” tuturnya kepada media. Kamis (28/5/2020) malam.

Para pengasuh pondok pesantren tersebut, kata dia, menginginkan permintaan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) disikapi dengan serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Baca Juga:  Gelar Paripurna PAW dari PPP, Kini Formasi DPRD Sumenep Lengkap

“Permintaan ini harus disikapi dengan serius. Artinya, Pemkab harus segera melakukan langkah konkret untuk menjamin para santri bisa kembali belajar,” tegasnya.

Lebih lanjut politisi Partai Besutan Gus Dur menyatakan, sebagai langkah awal untuk merealisasikan permintaan mereka adalah dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana di lingkungan pesantren sesuai protokol kesehatan COVID-19.

“Seperti menyediakan bilik disinfektan, masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan obat-obatan. Bisa juga dilakukan rapid test bagi santri dan pengajar sebelum pesantren dibuka kembali,” simpulnya.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Sumenep Tandatangani Tiga Raperda Tahun 2022

Dengan demikian, sambung dia, Pemkab bisa melakukan sosialiasi dan edukasi. Sehingga, berbagai sarana pesantren mulai dari ruangan belajar, kamar mandi, tempat wudhu, kamar santri, hingga masjid bisa memenuhi protokol kesehatan COVID-19.

“Saya harap Pemkab dapat mengupayakan pembukaan kembali Ponpes ini. Demikian pula dengan alokasi anggaran untuk menunjang ketahanan ekonomi santri dan para pengajar yang diperlukan guna memasuki new normal,” harapnya.

Di samping itu, yang paling penting adalah supaya aktivitas KBM nanti berjalan dengan lancar dan aman dari penularan virus corona.

Baca Juga:  Cara Ketua DPRD Sumenep Maknai Hari Kesaktian Pancasila

“Karena masih banyak sarana di pesantren itu kondisinya masih seadanya dan perlu ada perhatian serius,” tandasnya. [die/bil]

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment