Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Aplikasi SIGABAN, Untuk Mengetahui Potensi Bencana dan Bahaya Ancaman di Bondowoso

×

Aplikasi SIGABAN, Untuk Mengetahui Potensi Bencana dan Bahaya Ancaman di Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Aplikasi SIGABAN, Untuk Mengetahui Potensi Bencana dan Bahaya Ancaman di Bondowoso
Foto: Dadan Kurniawan saat memberikan sambutan pada launching aplikasi SIGABAN.
Example 468x60

BONDOWOSO, (WARTA ZONE) – Dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menggelar launching aplikasi Sistem Aplikasi Tanggap Bencana (SIGABAN) di pendopo Kabupaten Bondowoso.

Acara peresmian SIGABAN itu dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar, dan Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso Dadan Kurniawan.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso mengatakan bahwa kesiapsiagaan bencana memang harus dibangun mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

“Ini mempunyai arti bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga,” kata Salwa Arifin saat sambutan.

Salwa Arifin menambahkan bahwa siaga bencana merupakan tanggung jawab semua pihak, dalam hal ini tidak hanya menitikberatkan pada BPBD saja.

“Budaya sadar bencana harus dilakukan semua pihak karena penanggulangan bencana adalah urusan kita bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu,” tambahannya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Dadan Kurniawan selaku Ketua BPBD saat dikonfirmasi awak media menjelaskan tentang fungsi dari aplikasi SIGABAN.

Aplikasi itu berfungsi untuk mengetahui potensi bencana yang ada di berbagai wilayah dengan menggunakan jaringan internet.

“Aplikasi ini berfungsi untuk mengetahui potensi bencana dan bahaya ancaman apa saja yang ada disekitar nya,” kata pria yang akrab disapa Pak Dadan itu.

Tak hanya itu, Dadan Kurniawan juga menjamin tingkat keakuratan SiGABAN setara dengan Google Maps.

“Kita sudah coba dan uji keakuratannya, dan itu setara dengan GPS. Jadi selama HP kita online maka akan akurat,” pungkasnya.

Sampai saat ini ada beberapa kawasan di Kabupaten Bondowoso yang rawan bencana di antaranya adalah Kecamatan Tamanan, Kecamatan Botolinggo, Kecamatan Ijen, dan Kecamatan Pakem. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).