Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Wisata

Catat Tanggalnya, Festival Paralayang Bukit Lanjari Pertama di Madura

×

Catat Tanggalnya, Festival Paralayang Bukit Lanjari Pertama di Madura

Sebarkan artikel ini
Catat Tanggalnya, Festival Paralayang Bukit Lanjari Pertama di Madura
Foto: Salah seorang atlet paralayang saat ujicoba di lokasi Paralayang Jokotole Bukit Lanjari Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. (Foto: YouTube Madura Selebriti)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Festival Paralayang Jokotole bakal digelar di Bukit Lanjari, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu, 29 Mei 2022 mendatang.

Festival Paralayang Bupati Sumenep Cup 2022 itu dijadwal berlangsung selama sepekan dengan rangkaian acara meliputi rokat desa, pagelaran seni budaya, hingga pameran produk unggulan BUMDesma se Kabupaten.

“Festival Paralayang Jokotole ini akan digelar dari tanggal 24 – 29 Mei 2022,” ujar Ketua Panitia Festival Paralayang Jokotole, Samsul Arifin kepada redaksi wartazone.com, Sabtu 14 Mei 2022.

Festival paralayang pertama di Madura ini dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, yang sekaligus meresmikan lokasi wisata Paralayang Jokotole.

“Insya Allah tanggal 27 Mei nanti akan dibuka dan diresmikan langsung oleh bapak Bupati,” imbuhnya.

Hadirnya paralayang sebagai salah satu cabang olahraga di ujung timur pulau Madura, menjadi bagian dari mengenalkan potensi alam Sumenep yang luar biasa, selain potensi wisata bahari dan religinya.

“Ini bagian dari mengenalkan Sumenep, ini pertama di Madura, Sumenep kaya akan wisata, kaya akan kuliner, termasuk ragam kesenian dan budayanya,” urai Encung, Sapaan akrab pria yang juga menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Soddara.

Guna meramaikan Festival Paralayang Jokotole, pihaknya telah menyiapkan serangkaian kegiatan mulai dari Rokat Desa, Pameran UKM BUMDes dan BUMDesma, Musik Tongtong, Sintong, Parade Musik Hadrah dan Pelepasan Seribu Lampion.

“Nanti akan diawali dengan pertunjukan Tari Muang Sangkal, Ojung, Pencak Silat, dan Musik Saronen,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekdes Soddara ini.

Encung menambahkan, di Festival Paralayang Jokotole ini juga ada lomba fotografi yang meliputi dua kategori. Yakni, untuk kalangan profesional dan pemula.

“Pro kameranya pakai DSLR atau yang sejenis. Kalau pemula dari kamera handphone,” jelasnya.

Selain para atlet yang akan ikut bertanding se-Jawa Timur, lanjut dia, para pengunjung atau wisatawan yang datang ke puncak Bukit Lanjari nantinya akan bisa memperebutkan doorprize dua unit sepeda motor.

“Itu di acara puncak nanti akan diundi pada tanggal 29 Mei 2022. Tentunya, jangan sampai dilewatkan karena ini yang perdana di Madura,” ajak alumnus Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan ini.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan, pihaknya sangat mendukung atas terselenggaranya festival yang digagas oleh Pemdes Soddara bersama sejumlah pemuda setempat.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini optimis, lewat festival tersebut nanti akan banyak wisatawan yang berkunjung ke kabupaten berlambang kuda terbang.

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat, mari bersama-sama kita saksikan aksi pecinta paralayang menghiasi langit Sumenep,” singkat. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.