SUMENEP, (WARTA ZONE) – Program Innovative Collaborative Project (ICP) yang digagas oleh Universitas Bahaudin Mudhary Madura mendapat apresiasi dari BPRS Bhakti Sumekar karena dinilai mampu menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan yang nyata bagi mahasiswa.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menilai program tersebut tidak sekadar kegiatan akademik, melainkan juga menjadi wadah praktik bisnis yang mempertemukan mahasiswa dengan kondisi pasar sesungguhnya.
Menurutnya, melalui ICP mahasiswa dapat menguji langsung pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman menjalankan usaha secara riil.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga diuji menghadapi dinamika pasar secara langsung. Ini langkah yang baik untuk menumbuhkan mental kewirausahaan,” kata Hairil Fajar. Senin (6 April 2026).
Ia juga mengapresiasi kebijakan kampus yang memanfaatkan lantai dua Pasar Anom Sumenep sebagai lokasi praktik usaha mahasiswa.
Pemanfaatan ruang tersebut dinilai memberi manfaat ganda, yakni sebagai tempat belajar bisnis sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di area pasar tradisional.
“Langkah yang diinisiasi rektor Uniba sangat positif, karena mahasiswa bisa mempraktikkan ilmu dari Fakultas Bisnis dan Ekonomi secara langsung melalui usaha di Blok A Pasar Anom,” ujarnya.
Fajar berharap aktivitas usaha mahasiswa di lokasi tersebut dapat meningkatkan perputaran transaksi di lantai dua pasar. Dengan aktivitas ekonomi yang lebih hidup, pasar tradisional diyakini tetap memiliki daya saing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin modern.
Sebagai bentuk dukungan, pihak bank daerah itu juga memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait pengelolaan keuangan usaha. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami manajemen keuangan yang sehat agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa ICP merupakan bagian dari strategi kampus dalam membangun lulusan yang memiliki kemandirian ekonomi.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha.
“Melalui ICP, mahasiswa belajar langsung mengelola usaha, memahami pemasaran, manajemen, hingga menghadapi tantangan pasar. Ini pengalaman yang penting sebelum mereka terjun ke dunia bisnis,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman menjalankan usaha selama satu semester akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk merintis bisnis secara mandiri di masa depan.
“Harapan kami, dari program ini lahir wirausaha muda Madura yang kreatif, tangguh, dan mampu membuka lapangan kerja baru,” tutupnya. (*)


Comment