Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BudayaTradisi

Tari Mowang Sangkal Warnai Talkshow Keuangan Syariah BPRS Bhakti Sumekar, Perkuat Identitas Budaya Sumenep

×

Tari Mowang Sangkal Warnai Talkshow Keuangan Syariah BPRS Bhakti Sumekar, Perkuat Identitas Budaya Sumenep

Sebarkan artikel ini
FOTO: Penampilan memukau tari Mowang Sangkal dari Sanggar Pakoe Jokotole saat kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Keraton Sumenep. (Panji Agira for wartazone.com)
FOTO: Penampilan memukau tari Mowang Sangkal dari Sanggar Pakoe Jokotole saat kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Keraton Sumenep. (Panji Agira for wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar tak hanya menghadirkan diskusi sektor keuangan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal melalui penampilan Tari Mowang Sangkal.

Tarian tradisional khas Sumenep tersebut dibawakan oleh Sanggar Pakoe Jokotole sebagai bagian dari rangkaian acara yang menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur.

Penampilan Tari Mowang Sangkal menjadi daya tarik tersendiri di tengah agenda edukasi keuangan. Tarian ini dikenal sebagai simbol tolak bala yang sarat makna doa, perlindungan, dan harapan, yang tercermin dalam setiap gerakan penarinya.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menjelaskan bahwa kehadiran tarian tersebut merupakan bentuk komitmen untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya di tengah kegiatan modern.

FOTO: Penampilan memukau tari Mowang Sangkal dari Sanggar Pakoe Jokotole saat kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Keraton Sumenep. (Panji Agira for wartazone.com)
FOTO: Penampilan memukau tari Mowang Sangkal dari Sanggar Pakoe Jokotole saat kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Keraton Sumenep. (Panji Agira for wartazone.com)

“Penampilan Tari Mowang Sangkal sengaja kami hadirkan dari Sanggar Pakoe Jokotole, yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah dan tradisi Keraton Sumenep. Semua yang ditampilkan tetap asli,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelibatan sanggar yang memiliki garis keturunan langsung dari pencipta tari, almarhum Taufikurrahman, menjadi upaya menjaga keaslian dan keberlanjutan warisan budaya daerah.

Di sisi lain, Tari Mowang Sangkal bukan kali pertama tampil di panggung nasional. Tarian ini sebelumnya dipentaskan dalam sejumlah kegiatan, seperti Musyawarah Madya IV dan Rembuk Nasional Dewan Kerajaan Nasional pada 2025 di Sragen, serta Festival Seni Budaya Kerajaan Nusantara (FSBKN) 2024 di Keraton Surakarta Hadiningrat.

FOTO: Penampilan memukau tari Mowang Sangkal dari Sanggar Pakoe Jokotole saat kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Keraton Sumenep. (Panji Agira for wartazone.com)
FOTO: Penampilan memukau tari Mowang Sangkal dari Sanggar Pakoe Jokotole saat kegiatan talkshow bertema “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah” yang digelar BPRS Bhakti Sumekar di Pendopo Keraton Sumenep. (Panji Agira for wartazone.com)

Melalui kolaborasi antara kegiatan literasi keuangan dan pertunjukan seni, BPRS Bhakti Sumekar dinilai turut menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam pelestarian budaya lokal.

Kehadiran Tari Mowang Sangkal dalam forum tersebut menegaskan bahwa penguatan kepercayaan publik dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya daerah. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.