Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BudayaEntertainmentKesenian

Raja dan Sultan Nusantara Berkumpul di MEC 2026, Haji Her: Selamat Datang di Madura

×

Raja dan Sultan Nusantara Berkumpul di MEC 2026, Haji Her: Selamat Datang di Madura

Sebarkan artikel ini
FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam, menjadi ruang pertemuan budaya sejumlah kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung. Mereka mengikuti defile dengan diiringi para dayang yang mengenakan busana adat Keraton Sumenep.

Example 300x600

Kehadiran para tokoh kerajaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan MEC 2026 yang tahun ini mengangkat tema “Keraton Sumenep”.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerahkan cenderamata kepada para raja dan perwakilan kerajaan yang hadir dari berbagai penjuru Nusantara.

Para tamu kerajaan tersebut datang dari sejumlah daerah, antara lain Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Banten, Yogyakarta hingga Maluku Utara.

Salah satu tokoh yang menerima cenderamata adalah PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung. Ia juga merupakan salah satu deklarator Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Dari Maluku Utara hadir PYM Ahmad Sjah, Sultan Jailolo dari Kesultanan Jailolo, Halmahera Barat. Sementara Kalimantan Timur diwakili PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur.
Rombongan dari Cirebon hadir melalui PYM Pangeran Handi, Raja Kaprabon XI.

Dari Sulawesi Selatan, hadir YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka dari Kerajaan Gowa serta YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, KaOpuan Benteng Selayar.

Sementara itu, turut hadir YM Roswati Lasimpala dari Kerajaan Gorontalo, YM Tb Suroso dari Kerabat Kesultanan Banten, serta YM KRAy.T. Roro Fitria dari Kerabat Kesultanan Yogyakarta.

Puro Pakualaman Yogyakarta juga mengirim YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo yang sekaligus menjabat Sekretaris Jenderal MAKN.

Dari unsur Dewan Pakar MAKN hadir YM Andi Muhammad Isradi Zainal dan YM RH Chandra. Sementara YM Soni Suharsono hadir dari DPP MAKN Bidang Revitalisasi Cagar Budaya. Adapun dari Kesultanan Sumenep hadir YM R. Yumei Sulistyo.

Haji Her: Selamat Datang di Tanah Madura

Di hadapan para raja dan perwakilan kerajaan Nusantara, Haji Her menyampaikan sambutan selamat datang.

Ia menyebut kehadiran para tokoh kerajaan tersebut sebagai sebuah kebanggaan bagi masyarakat Madura, khususnya Sumenep yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pemerintahan keraton di Nusantara.

“Selamat datang di tanah kebanggaan kami, Pulau Madura,” kata Haji Her, Sabtu (19/9/2026) malam.

Menurutnya, berkumpulnya para raja dan perwakilan kerajaan Nusantara di Sumenep menjadi momentum yang membanggakan bagi masyarakat setempat.

“Tentu suatu kebanggaan bagi kita semua, raja-raja se-Nusantara bisa hadir ke tempat kami,” ujarnya.

Haji Her kemudian menyampaikan salam khas Madura kepada seluruh tamu kerajaan yang hadir.
“Tan taretan Madura, salam settong dara dari Madura (saudara-saudara Madura, salam satu darah dari Madura,red),” kata Haji Her menggunakan bahasa Madura.

Kehadiran para raja, sultan, pangeran, dan perwakilan kerajaan Nusantara melengkapi rangkaian MEC 2026 yang tidak hanya dirancang sebagai pertunjukan karnaval, tetapi juga sebagai ruang pertemuan kebudayaan.

Dengan mengangkat Keraton Sumenep sebagai tema utama, gelaran tahun keempat MEC tersebut membawa sejarah dan identitas keraton ke ruang publik sekaligus mempertemukan beragam warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan para tokoh kerajaan dalam satu panggung menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kebudayaan Nusantara melalui kegiatan seni, sejarah, dan tradisi. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Penyerahan hadiah kepada para pemenang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 dari kategori pelajar dan umum. (Ist/wartazone.com)
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 resmi menetapkan para pemenang dari kategori pelajar dan umum. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam Keputusan Dewan Juri MEC 2026 Nomor 01/SK-DJ/MEC/IX/2026 tentang Penetapan Pemenang MEC Tahun 2026. Sebanyak 12 peserta ditetapkan sebagai juara, masing-masing enam orang dari kategori pelajar dan enam orang dari kategori umum.

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.