Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Pendidikan

KOPRI Jatim Dorong Ruang Digital Aman dan Ramah bagi Perempuan dan Anak

×

KOPRI Jatim Dorong Ruang Digital Aman dan Ramah bagi Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini
FOTO: Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur, saat audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026).
FOTO: Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur, saat audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026).

SURABAYA, (WARTA ZONE) – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur mendorong penguatan ruang digital yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak.

Dorongan tersebut disampaikan saat KOPRI PKC PMII Jawa Timur melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026).

Audiensi menjadi ruang dialog antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah untuk membahas berbagai tantangan yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan teknologi dan media digital.

Rombongan KOPRI Jatim dipimpin Kholisatul Hasanah bersama sejumlah pengurus. Mereka diterima jajaran Diskominfo Jatim yang diwakili Nofian Adi Prasetyawan, S.Kom., M.I., selaku Ketua Tim Kerja Pusat Data, serta Drs. Satriyo Wahyudi, M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penyelenggaraan Statistik.

Dalam pertemuan itu, KOPRI Jatim menyoroti pentingnya membangun ekosistem digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Sejumlah persoalan seperti perundungan digital, kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi hingga paparan konten yang tidak ramah anak dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

Karena itu, KOPRI Jatim mendorong adanya kolaborasi untuk memperkuat kampanye digitalisasi yang ramah dan inklusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.

“Kami ingin ruang digital tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan informasi, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan,” tutur Kholisatul Hasanah.

Menurut KOPRI Jatim, penguatan literasi digital tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan perangkat dan teknologi. Literasi juga perlu mencakup pemahaman mengenai keamanan digital, etika bermedia, perlindungan data pribadi, serta kemampuan menyaring informasi.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi mahasiswa, komunitas, lembaga pendidikan dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas edukasi mengenai penggunaan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Menanggapi hal tersebut, Nofian Adi Prasetyawan menyampaikan bahwa terciptanya ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dan masyarakat menjadi penting untuk memperluas edukasi serta literasi digital sehingga pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Nofian Adi Prasetyawan.

Sementara itu, Drs. Satriyo Wahyudi, M.Si. menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam memahami serta memanfaatkan informasi secara bijak di tengah perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi harus diiringi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan informasi secara tepat. Karena itu, edukasi dan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Satriyo Wahyudi. ***