Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EkonomiPolitik

Inovasi Achmad Fauzi untuk UMKM Sumenep, Winanto: membangun ekonomi rakyat dengan cinta

×

Inovasi Achmad Fauzi untuk UMKM Sumenep, Winanto: membangun ekonomi rakyat dengan cinta

Sebarkan artikel ini
FOTO: Winanto, aktivis dan penggiat ekonomi Kabupaten Sumenep. (Foto: wartazone.com)
FOTO: Winanto, aktivis dan penggiat ekonomi Kabupaten Sumenep. (Foto: wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi, perekonomian Sumenep semakin menggeliat, khususnya melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan konsep “Biarkan, Tumbuh, dan Tata,” Achmad Fauzi yang saat ini kembali maju sebagai calon Bupati untuk periode kedua, memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang secara alami, tanpa intervensi yang membatasi, namun tetap berfokus pada penataan yang terencana dan strategis.

Salah satu contoh sukses dari konsep ini adalah kawasan Tajamara, yang menjadi pusat aktivitas UMKM. Di kawasan ini, UMKM tidak hanya diberi kebebasan untuk berjualan, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung, seperti acara-acara dan pertunjukan yang mampu menarik pengunjung. Hal ini berdampak positif pada peningkatan jumlah pengunjung dan penggerakan ekonomi lokal.

Menurut Winanto, pelaku UMKM sekaligus pengamat ekonomi Sumenep, konsep yang diterapkan Achmad Fauzi sangat tepat. “Bupati Achmad Fauzi tidak hanya memberikan ruang, tapi juga kesempatan bagi UMKM untuk tumbuh dengan sendirinya. Beliau memahami bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ketika UMKM di suatu kawasan tumbuh, beliau akan menata dan memfasilitasi agar kawasan tersebut lebih berkembang,” ujar Winanto, yang juga alumni Universitas Wiraraja (Unija).

Winanto, yang sudah lama aktif sebagai aktivis dan penggiat ekonomi lokal, menilai bahwa kebijakan Bupati Fauzi memberikan dampak signifikan pada pergerakan ekonomi masyarakat kecil.

“Kawasan seperti Tajamara adalah bukti nyata bagaimana UMKM bisa tumbuh pesat, didukung dengan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha kecil. Tidak hanya menyediakan tempat berjualan, pemerintah juga memikirkan cara untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut melalui kegiatan yang menarik banyak pengunjung,” jelasnya.

Winanto menambahkan, kebijakan ini memberikan dampak berantai yang positif. “Dengan adanya ruang dan penataan yang tepat, UMKM di Sumenep tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Pengunjung semakin ramai, omzet para pelaku usaha meningkat, dan hal ini berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Di sisi lain, Winanto berharap pemerintah terus memberikan inovasi dan dukungan jangka panjang untuk memastikan UMKM di Sumenep dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.

“UMKM perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi digital, agar tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional tetapi juga memanfaatkan pasar online. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi, Sumenep akan semakin maju dan UMKM akan terus berkembang,” pungkasnya.

Konsep “Biarkan, Tumbuh, dan Tata” yang diterapkan Bupati Achmad Fauzi dinilai berhasil memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang dengan cinta, memastikan bahwa ekonomi rakyat terus bergerak maju tanpa melupakan penataan yang baik untuk masa depan. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.