Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
DaerahPemerintahan

Bupati Fauzi Dorong Partisipasi Warga Sumenep dalam Sensus Ekonomi 2026

×

Bupati Fauzi Dorong Partisipasi Warga Sumenep dalam Sensus Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. (Ist/wartazone.com)
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mempersiapkan penguatan basis data ekonomi daerah melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan tersebut dinilai penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan, data ekonomi yang akurat menjadi instrumen utama dalam menentukan arah pembangunan daerah, terutama di tengah perkembangan sektor usaha yang terus berubah.

Menurut Bupati Fauzi, pemerintah membutuhkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat agar program pembangunan tidak hanya bersifat umum, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.

“Pemerintah daerah memerlukan data yang valid dan terbaru agar setiap kebijakan yang disusun bisa tepat sasaran serta memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Fauzi.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pemkab Sumenep pun mengajak masyarakat dan para pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam proses pendataan tersebut.

Fauzi menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas hasil sensus. Sebab, data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi daerah hingga menentukan sektor prioritas pembangunan.

“Sensus ekonomi bukan sekadar pendataan administrasi, tetapi menjadi pijakan dalam merancang program pembangunan yang lebih efektif dan sesuai kondisi riil masyarakat,” sebutnya.

Ia menambahkan, hasil sensus juga akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun berbagai program strategis daerah, mulai dari penguatan sektor unggulan, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga upaya pengurangan angka kemiskinan.

Dalam pelaksanaannya, sensus akan dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama menyasar pelaku usaha besar dan menengah melalui mekanisme pendataan mandiri. Selanjutnya, petugas akan melakukan pendataan langsung terhadap rumah tangga serta pelaku usaha mikro dan kecil di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep.

Fauzi berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar pemerintah memiliki basis data yang kuat dalam merancang pembangunan ekonomi daerah ke depan.

“Potensi ekonomi Sumenep cukup besar di berbagai sektor. Karena itu, data yang akurat sangat diperlukan agar pembangunan berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam, menjadi ruang pertemuan budaya sejumlah kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung. Mereka mengikuti defile dengan diiringi para dayang yang mengenakan busana adat Keraton Sumenep.