Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Daerah

Bupati Achmad Fauzi Ungkap Sikap Toleransi Masyarakat Sumenep di Simposium Peradaban NU

×

Bupati Achmad Fauzi Ungkap Sikap Toleransi Masyarakat Sumenep di Simposium Peradaban NU

Sebarkan artikel ini
Bupati Achmad Fauzi Ungkap Sikap Toleransi Masyarakat Sumenep di Simposium Peradaban NU
Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat menyampaikan sambutan dalam acara Simposium Peradaban NU di Pendopo Keraton Sumenep, Sabtu, 5 Maret 2022.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi mengungkap budaya dan tingginya sikap toleransi masyarakat Sumenep, hal itu disampaikan saat sambutan acara Simposium Peradaban NU di Pendopo Keraton Sumenep, Sabtu, 5 Maret 2022.

Acara Simposium Peradaban NU itu dihadiri oleh Ketua Umun PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar, serta sejumlah tokoh lainnya seperti KHR. Ahmad Azaim Ibrohimy dan KH. D Zawawi Imron.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan beberapa hal terkait kabupaten paling timur Pulau Madura ini.

Di hadapan para kiai dan pengurus Nahdlatul Ulama, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan bahwa budaya dan sikap toleransi masyarakat Sumenep sudah lama terbangun di tengah keberagaman suku, etnis, bahasa, dan agama.

Bahkan di Sumenep adalah salah satu perkampungan penduduk yang bisa dibilang ‘kampung toleransi‘, yaitu di Desa Pabian, Kecamatan Kota.

Disebut ‘kampung toleransi’ karena di perkampungan tersebut terdapat masjid, geraja, dan klenteng yang jaraknya berdekatan.

“Alhamdulillah tidak pernah tejadi komflik sosial yang berlatar SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan),” ungkap Bupati Achmad Fauzi.

Lebih lanjut politisi muda PDI Perjuangan ini menyampaikan bahwa, Sumenep terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan. Di samping itu juga terdiri dari berbagai suku dan bahasa; tidak hanya suku dan bahasa Madura.

Selain Madura, di Sumenep ada suku atau etnis Mandar, Bajo, Bugis, Arab, dan Tionghoa. Bahkan masyarakat Sumenep juga ada yang pakai bahasa Bajo.

“Warga Sumenep yang berbahasa Bajo dapat ditemukan di wilayah kepulauan Sapeken,” paparnya.

Sekadar diketahui, acara Simposium Peradaban NU ini digelar dalam rangka merayakan hari lahir (Harlah) ke-99, menyongsong usia satu abad, dan meneguhkan komitmen “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”. (*)

FOTO: Abd. Rahman, kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. (Ist/wartazone.com)
Pendidikan

Abd. Rahman, M.Pd. kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. Rahman ditetapkan sebagai ketua umum melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) KPP Sumenep. Mubes KPP Sumenep berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026, di HK Resto, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.