Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Hukum

PAC GP Ansor Rubaru Kecam Aksi Kekerasan Seksual Orang Tua terhadap Anak di Rubaru

×

PAC GP Ansor Rubaru Kecam Aksi Kekerasan Seksual Orang Tua terhadap Anak di Rubaru

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi: Antara

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Rubaru mengecam keras dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap anak yang diduga dilakukan oleh orang tua sendiri di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak.

Bagi PAC GP Ansor Rubaru, rumah dan keluarga semestinya menjadi ruang paling aman bagi seorang anak untuk tumbuh, mendapatkan kasih sayang, serta perlindungan. Karena itu, dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan keluarga dinilai sebagai persoalan yang tidak boleh didiamkan.

“Kami mengecam keras dugaan tindakan tersebut. Anak harus dilindungi, bukan justru menjadi korban kekerasan, apalagi dari orang yang seharusnya menjadi pelindungnya,” tegas Ketua PAC GP Ansor Rubaru, Moh. Tazam.

Bagi Tazam, Sapaan akrabnya, rumah dan keluarga semestinya menjadi ruang paling aman bagi seorang anak untuk tumbuh, mendapatkan kasih sayang, serta perlindungan. Karena itu, dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan keluarga dinilai sebagai persoalan yang tidak boleh didiamkan.

“kekerasan seksual terhadap anak bukan persoalan domestik yang cukup diselesaikan secara kekeluargaan. Dugaan tindak kekerasan terhadap anak harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama aparat penegak hukum dan lembaga yang memiliki kewenangan dalam perlindungan perempuan dan anak”. Ungkapnya.

Tazam beserta seluruh pengurus Ansor Rubaru, meminta agar proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi korban. Jika dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, pihak yang bertanggung jawab harus mendapatkan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi korban. Perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas agar anak tidak kembali mengalami tekanan, stigma, maupun trauma akibat pemberitaan dan penyebaran informasi di masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Jangan sampai karena dianggap sebagai urusan keluarga, kasus kekerasan terhadap anak justru ditutup-tutupi,” lanjutnya.

PAC GP Ansor Rubaru menegaskan bahwa keberpihakan terhadap korban bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan berani bersuara dan melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak kepada pihak yang berwenang. (*)

FOTO: Abd. Rahman, kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. (Ist/wartazone.com)
Pendidikan

Abd. Rahman, M.Pd. kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. Rahman ditetapkan sebagai ketua umum melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) KPP Sumenep. Mubes KPP Sumenep berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026, di HK Resto, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.