Kades Jubung Cegah Stunting dengan Pemenuhan Gizi Seimbang, Bupati Jember: Bersama Kader PKK, Ayo Gerakkan Tim Posyandu Berperan Aktif

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Istrinya saat melakukan pelepasan bibit ikan.

Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Istrinya saat melakukan pelepasan bibit ikan.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Kepala Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Bhisma Perdana melakukan sosialisasi gerakan memasyarakatkan gemar makan ikan di Kecamatan setempat. Gerakan ini dalam rangka pemenuhan gizi seimbang dan untuk pencegahan stunting.

Hal ini menjadi sorotan di Kabupaten Jember untuk mendapatkan perhatian. Karena, angka stunting menduduki tingkat tertinggi di Kabupaten Jember untuk wilayah Jawa Timur.

“Kami menangkap arah pembangunan di Kabupaten Jember, maka dari itu butuh keseimbangan. Tidak hanya terkait infrastruktur saja, namun harus memperhatikan aspek-aspek alam. Salah satunya persoalan yang sudah menjadi sorotan. Yakni tingginya angka stunting,” ucap Bhisma Perdana saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela kegiatan sosialisasi, Minggu (6/6/2021).

Untuk target ke depan, lanjut Bhisma, pengembangan potensi budidaya kolam air payau di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, dirinya sudah menyiapkan 18 kolam, dengan luasan yang bervariasi dan siap produksi selama 1 tahun.

Baca Juga:  Jelang Pemilu, Bupati Jember Himbau Warga Aktifkan Siskamling Lagi

“Langkah selanjutnya, kami akan membentuk kelompok yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan kolam ikan. Sekaligus dari desa harus menyiapkan pelatihan kepada masyarakat tentang pengelolaan perikanan air payau,” ujarnya.

Menghadapi permasalahan gizi di masyarakat. Dari sekian sumber pangan protein, ikan merupakan sumber protein hewani. “Sehingga sangat tepat untuk mendukung program perbaikan gizi dan penanganan stunting,” imbuhnya.

Terkait hasil dari pengelolaan budidaya kolam ikan air payau, kata Bhisma, target utama sebagai pemenuhan gizi masyarakat.

“Target kami bisa mendapatkan 400 kg ikan tiap bulan dan siap produksi untuk memenuhi kebutuhan warga kami sebagai lumbung pangan,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Jember dan Forkopimda Sidak Agen Hingga Kios Pupuk

“Yang nanti 400 kg ikan itu, akan kita fokus bagikan kepada keluarga penerima PKH (Program Keluarga Harapan), dan kemudian sisanya akan kita jual keluar, untuk memenuhi PAD di desa kami,” sambungnya.

Senada dengan yang disampaikan Bhisma, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, setelah melakukan konsultasi dengan beberapa dokter. terkait persoalan stunting, penanganannya sangat sederhana.

“Kami bersama dengan kader PKK yang menggerakkan tim posyandu harus berperan aktif. Kemudian berkolaborasi dengan RT/RW di tiap-tiap wilayah,” ucap Hendy.

Pihaknya menjelaskan, 9 ribu lebih kasus stunting di Kabupaten Jember. Yang kemudian akan menerapkan program untuk mengatasi persoalan Stunting tersebut.

Baca Juga:  Bupati Hendy Resmikan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Jember, Wujudkan Kesiapsiagaan Masyarakat

“Jadi kita lewat budidaya ikan. Satu rumah satu kolam, atau bak kecil. (Yang merupakan) program KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Yang kita diskusi dengan Direktorat Jendral (KKP) tentang pengolahan bibit nasional, yang belum disentuh Pemkab,” jelasnya.

Kemudian dilanjutkan dengan MoU antara Pemkab Jember dengan Sekjen KKP. “Mereka membantu pembibitan dan pengawasan. Kemudian sebagian dimakan warga pemilik kelompok, sebagiannya lagi dijual, pak Sekjen bisa (membantu) menjual,” ujarnya.

“Kenapa harus ikan?, karena zat besi tinggi (protein) untuk mengatasi stunting, sehingga wajib makan ikan. Soal laut ini kan belum diapa-apakan. Sehingga kita tarik ke kota untuk bisa makan di Jember,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment