Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Bangkitkan Ekonomi Lewat Padat Karya

×

Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Bangkitkan Ekonomi Lewat Padat Karya

Sebarkan artikel ini
LUGAS: Kepala UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep, Muhammad Arqodri Arman saat memberikan sambutan (Foto: Abd Wakid)
LUGAS: Kepala UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep, Muhammad Arqodri Arman saat memberikan sambutan (Foto: Abd Wakid)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bandar Udara (Bandara) Kelas III Trunojoyo Sumenep, Madura menyelenggarakan program padat karya tahun 2021 di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Trunojoyo Sumenep, Kamis (8/4/2021).

Acara yang mengusung tema ‘Peran serta Dirjen Perhubungan Udara Dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Kegiatan Pendukung Program Padat Karya’ ini direncanakan berlangsung selama 23 hari ke depan.

Example 300x600

Kepala UPBU Kelas III Trunojoyo Sumenep, Muhammad Arqodri Arman menjelaskan, program padat karya ini sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2020 lalu. Saat itu, terdapat alokasi anggaran khusus program Padat Karya Pemeliharaan Aset Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep sebanyak 14 paket dari pusat. Yakni, Bandara Sumenep dan di Bandara Harun Tohir, Bawean Kabupaten Gersik.

“Itu sudah kami laksanakan secara bertahap dengan masa pelaksanaan selama 200 hari. Juga sudah mempekerjakan sebanyak 374 tenaga kerja dengan total upah yang telah dibayarkan sebesar Rp.626.464.000,” kata Arqodri, saat sambutan.

Meski demikian, lanjut dia, khusus tahun 2021 ini Bandara Trunojoyo Sumenep tidak lagi mendapat anggaran khusus dari alokasi anggaran program padat karya pusat. Sehingga pihaknya hanya mampu merencanakan 4 paket kegiatan pemeliharaan aset.

“Untuk anggaran pemeliharaan aset tersebut bersumber dari Hippa Kantor UPBU Trunojoyo Tahun Anggaran 2021 dengan total pagu sebesar Rp.169.500. 000,” sebut Arqodri.

“Program ini juga akan menyerap tenaga kerja sebanyak 150 orang dengan masa pengerjaan selama 23 hari,” imbuhnya.

Kegiatan ini, sambung Arqodri adalah bentuk instruksi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja di desa, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di sekitar Bandara Trunojoyo Sumenep, Madura.

Selain itu, program padat karya ini juga merupakan bentuk kepedulian Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terhadap masyarakat lokal sebagai penerima manfaat langsung dengan adanya Bandara Trunojoyo, Sumenep.

“Untuk itu kami berharap kedepannya Bandara Trunojoyo kembali mendapatkan kepercayaan. Sehingga akan diberikan alokasi anggaran khusus program padat karya,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengapresiasi program padat karya tersebut. Menurut orang nomor satu di lingkungan Kota Sumekar ini, sinergitas antar elemen untuk membangun kabupaten ujung timur Pulau Madura harus terjalin dengan baik.

“Sebab Sumenep ini secara geografis terdiri dari daratan dan kepulauan dengan 126 pulau, 27 kecamatan dan 334 desa. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk akses transportasi udara dan untuk pelayanan masyarakat,” ucapnya.

Hadir dalam acar ini, Perwakilan Dirjen Perhubungan Jawa Timur, Endang Puji Lestari, Kapolres Sumenep, AKBP Darman dan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Ari Andika Adi Krisna. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.