Program Berobat Gratis Lewat UHC di Sumenep, Pengguna di RSUD Moh. Anwar Sumenep Capai 178

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Ramah Difabel, RSUD Moh Anwar Sumenep Sediakan Petunjuk Jalan

Foto: Humas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika Putra, ditemui wartazone.com di ruang kerjanya.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Peogram pelayanan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cukup diminati masyarakat.

Terbukti, berdasarkan update teranyar, sejak diberlakukan mulai 7 November 2022 lalu, kini masyarakat yang menggunakan program berobat gratis dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mencapai 178 orang.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam menggunakan program berobat gratis UHC ini, per Januari 2023 sudah mencapai 178 warga yang memanfaatkan,” kata Humas RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Arman Endika Putra. Selasa, 10 Januari 2023, dikonfirmasi wartazone.com.

Menurut Arman, program berobat gratis melalui UHC, merupakan niat baik Bupati Achmad Fauzi untuk meningkatkan akses pelayanan untuk masyarakat.

“Jadi jika masyarakat Sumenep sakit, cukup menunjukkan KTP, petugas kami di RSUDMA akan melayani pada saat itu juga, dicover dengan UHC,” sambungnya.

Bagaimana jika ada warga yang belum memiliki KTP, sementara tidak tercover KIS/BPJS, Arman menegaskan tetap akan dilayani dengan cukup menunjukkan identitas lainnya.

Baca Juga:  Hadiri Pelantikan Pengurus PABPDSI Sumenep, Bupati Ingatkan Peran dan Fungsi Strategis BPD

“Jika tidak memiliki KTP, cukup menunjukkan KK, atau bagi anak yang sudah punya KIA, bisa juga dengan menunjukkan itu ke petugas kami,” tegasnya.

Sejauh ini, respon masyarakat cukup positif, karena bagi yang tidak tercover KIS/BPJS, yang seharusnya bayar saat berobat, cukup dengan menunjukkan identitas diri maka sudah dapat menikmati pelayanan berobat gratis.

“Alhamdulillah, animo masyarakat cukup baik, mereka berterima kasih kepada bapak Bupati yang telah meluncurkan program berobat gratis berupa UHC ini,” imbuh pria murah senyum ini.

Untuk itu, Arman mengimbau kepada masyarakat yang hendak berobat agar memanfaatkan program UHC tersebut.

“Manfaatkan dengan baik, jangan sungkan, jangan ragu, RSUD adalah rumah sakit yang mendukung sepenuhnya program UHC,” tandasnya.

Terpisah, Salimah, salah satu warga Sumenep yang memanfaatkan program UHC mengaku sangat terbantu, karena yang semestinya mereka harus bayar, dengan adanya program tersebut tidak dipungut biaya sepeserpun, cukup dengan menunjukkan KTP.

“Alhamdulillah, terima kasih pak Bupati Achmad Fauzi, program UHC sangat membantu masyarakat, kami dapat berobat gratis cukup dengan menunjukkan KTP saja,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Gelar Safari Kepulauan, Kunjungi Masyarakat Tiga Pulau Empat Kecamatan

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep berupaya melakukan peningkatan pelayanan kesehatan, dengan program unggulan peningkatan kualitas standar pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar, sehingga demi mewujudkannya telah meluncurkan UHC, yakni sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua penduduk atau paling sedikit 95 persen dari jumlah penduduk telah terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Bagi Bupati, sektor kesehatan menjadi prioritas pembangunan mulai dari peningkatan SDM kesehatan, sarana dan prasarana, pelayanan kesehatan, serta dukungan regulasi.

“Peran dokter termasuk tenaga medis lainnya dalam dunia kesehatan sangat strategis untuk menyukseskan program pemerintah daerah ini, karena berhubungan erat dengan kesehatan fisik manusia sebagai modal utama pembangunan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi di sela-sela pertemuan ilmiah tahunan 5 (sumpit 5) IDI Cabang Kabupaten Sumenep, di Hotel C-1, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi

Program UHC diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai 07 Nopember 2022 bagi masyarakat dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa terlayani secara keseluruhan di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Bupati mengharapkan, para dokter di Kabupaten Sumenep mampu menghadapi tantangan kebudayaan dan era masa depan, sehingga terus meningkatkan keilmuan dan kemampuan dalam menghadapi tantangan yang semakin besar dari waktu ke waktu.

Sekedar diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, data profil kesehatan Kabupaten Sumenep untuk sarana kesehatan, yakni lima rumah sakit dengan rincian 4 rumah sakit umum dan 1 rumah sakit khusus.

Selain itu, didukung dengan pelayanan 30 Puskesmas, 71 Puskesmas pembantu, 27 Puskesmas keliling, 332 Poskesdes, 297 Polindes, 11 klinik pratama, 1 klinik utama, 4 balai pengobatan. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment