Seorang Kasun Dikabarkan Meninggal Karena Covid-19, Begini Penjelasan Dirut RSD Kalisat Jember

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Seorang Kadus Dikabarkan Meninggal Karena Covid-19, Begini Penjelasan Dirut RSD Kalisat Jember.

Seorang Kadus Dikabarkan Meninggal Karena Covid-19, Begini Penjelasan Dirut RSD Kalisat Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Direktur Utama (Dirut) RSD Kalisat Kunin Nasihah menanggapi terkait adanya pasien yang merupakan seorang kepala dusun (kasun) yang diduga meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui pasien yang berinisial DD, warga Dusun Dampar, Desa Suren Lombung, Kemacatan Ledokombo, meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (11/6/2021).

“Pasien ini datang ke rumah sakit (RS) pukul 02.00 WIB, karena jatuh dari kamar mandi. kemudian dilakukan beberapa pemeriksaan, Diagnosa penyakit jantung,” ucap Kunin saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di RSD Kalisat.

Ia menambahkan, pasien tersebut membutuhkan rujukan ke RSD dr. Soebandi Jember. Untuk prosedur rujukan ke RSD dr. Soebandi, harus melampirkan pemeriksaan Swab Antigen.

“Hal itu diperlukan supaya nantinya, di sana (RSD dr. Soebandi) tidak dilakukan Swab lagi dan cepat ditangani,” ujarnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jember Serahkan Bayi Kucing Hutan ke BKSDA

Kunin juga menjelaskan, terkait adanya Swab tes tersebut supaya lebih memperjelas status pasien itu. Jadi Swab Antigennya ketemu kalau si pasien Positif Covid-19. Karena di dalam dunia medis menjelaskan, kalau hasil tesnya positif, maka prosedurnya positif Covid-19.

“Karena Swab Antigen itu sangat mendekati tes PCR,” ujarnya.

“Jadi patokan pertama itu adalah Swab Antigen,” sambung Dokter Penyintas Covid-19.

Kendati kemudian, lanjut Kunin, pasien tersebut sebelum dirujuk ke RSD dr. Soebandi sudah meninggal dunia.

“Jadi untuk penanganannya akan dilakukan pemulasaran jenazah menggunakan standar Covid-19. Sebagai bentuk pencegahan dan tidak menular kepada keluarga maupun masyarakat,” lanjutnya.

Kunin menambahkan, terkait adanya kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Pihak RSD Kalisat tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum.

“Secara berkala kami selalu melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Dimana kami tetap bersinergi dengan Satgas Covid-19 dan Puskesmas setempat,” pungkasnya.

Baca Juga:  KAI Daop 9 Jember Bongkar Puluhan Bangunan Liar Depan Roxy Mall

Menanggapi keramaian di RSD Kalisat, Wabup Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) meluruskan kesalahpahaman dari masyarakat.

“Kemudian, jenazah ini ada bahasa di Covidkan, sehingga menimbulkan protes warga,” ucap Gus Firjaun.

Terkait pemberlakuan prosedur Covid-19, lanjut Gus Firjaun, penanganannya mulai dari pemulasaran jenazah. “Kita pastikan mulai dari memandikan, mengkafani, hingga di masukkan di dalam peti, sudah dalam posisi di miringkan,” ujarnya.

“Sehingga ketika peti jenazah sudah masuk ke dalam liang lahat, posisi jenazah sudah menghadap ke arah kiblat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait prosedur pemakaman,” sambungnya.

Dengan adanya kasus kesalahpahaman itu, Wakil Bupati berharap tidak dimanfaatkan oleh pihak yang membesar-besarkan. Sehingga membuat masyarakat tidak tenang.

Baca Juga:  Pengusaha Wanita Sukses Asal Jember Kembali ke Dunia Partai, Kini Berbaju Merah

“Apalagi berita yang beredar itu tidak benar. Yang sebelumnya diberitakan meninggal Ra Ali, ternyata Kasun bernama Dedi. Nah ini kan sudah jauh sekali,” jelasnya.

Gus Firjaun juga menambahkan, korban sebelumnya sudah melakukan Vaksinasi dua kali. Namun Vaksinasi tidak menjamin orang itu bebas dari Virus Corona. “Sifatnya hanya sebagai imun atau sifatnya penjagaan di dalam tubuh kita,” kata dia.

“Sama seperti kita memakai jas hujan. Apakah kalau kita pakai jas hujan dipastikan tidak basah? Belum tentu juga. Sama halnya dengan Vaksin yang sifatnya mencegah. Yang penting protokol kesehatan tetap dilakukan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, untuk proses pemakaman tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan. “Ini sudah selesai tinggal menunggu menggali kuburan jenazah, dan dikebumikan,” tutupnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment