Wagub Emil Dorong Pelaku UMKM di Jember Perkuat Platform Digital

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Wagub Emil Elestiano Dardak bersama Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), saat meninjau Gelar Karya MJC (Millenial Job Center) di Lippo Plaza Jember.

Foto: Wagub Emil Elestiano Dardak bersama Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), saat meninjau Gelar Karya MJC (Millenial Job Center) di Lippo Plaza Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jember, untuk meningkatkan branding dan marketing.

Upaya tersebut dilakukan agar bisa menaikkan nilai jual yang sudah ada.

Menurut Emil, Kabupaten Jember adalah jantungnya wilayah tapal kuda. Sehingga, bisa menjadi trendcenter tersendiri dari Kabupaten-Kabupaten tetangga.

Hal itu disampaikan Wagub Emil saat meninjau produk UMKM dari para pelaku usaha millenial di Jember di bawah binaan EJSC (East Java Super Corridor) Bakorwil V wilayah Tapal Kuda.

“Di Jember inikan ada banyak kampusnya, salah satunya di Unej itu sudah melanglang buana. Alumninya banyak. Jadi kita melihat bahwa di sini menjadi sebuah pusat sumber daya manusia (SDM) yang potensial. Tentunya Jember ini juga menjadi trendcenter dalam UMKM,” kata Emil usai meninjau Gelar Karya MJC (Millenial Job Center) di, Lippo Plaza Jember, Sabtu (13/11/2021).

Untuk itu, lanjut Emil, pihaknya menggandeng talenta MJC, agar bisa menghasilkan kreatifitas yang fresh, seperti membuat animasi, digital marketing, dan desain grafis.

Baca Juga:  Bupati Jember dan Jajaran Forkopimda Bagikan Sembako kepada Warga Isoman dan PKL

“Kalau kita cermati foto-foto yang ada di belakang ini, kita lihat bukan sekedar kemasannya yang diperbaiki. Melainkan teknik fotografinya, cara ngambil layout-nya, angel dan temanya. kayak kopi dengan almond dikeluarkan kacangnya membuat orang jadi punya daya tarik visual untuk melihat dan membelinya,” ungkapnya.

“Ini salah satu sumbangsih kita (Pemerintah Provinsi,red) bersama Pemkab Jember, untuk membantu UMKM dengan menggandeng MJC,” sambungnya.

Menurut Emil, satu sisi talenta MJC itu mempunyai tempat berkarya. “Disisi lain, Umkm punya talenta untuk membantu mereka supaya bisa mengupgrade dayasaingnya,” sebutnya.

Kata Emil, dalam pengembangan UMKM itu, nantinya jika dikembangkan menjadi satu dan dipasarkan besar-besaran bisa memiliki banyak manfaat.

“Bukan cuman satu pengusaha tapi banyak pengusaha. Karena mereka barangnya serupa di kasih satu merek gitu. Jadi ini beberapa hasilnya kalau bisa gayung bersambut. Sehingga harapanya Jember bisa menjadi contoh dari Kabupaten tetangga yang memiliki program serupa,” harap Emil.

Lebih lanjut mantan Bupati Trenggalek ini menyampaikan, terkait pemasaran, pihaknya mengajak pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya lewat Digital Marketing.

Baca Juga:  Perbaiki Jembatan Bambu Ambruk Akibat Banjir, Pemkab Jember Ganti dengan Pondasi Beton

“Sekarang kebanyakan menjualnya melalui market place. Maka perlu sosial media management yang tepat. ada trik-trik marketing bagaimana cara mengelola postingan sosial media dengan benar,” jelasnya.

Termasuk juga, kontennya harus dibuat yang sesuai dengan kanal pemasarannya. “Nah inilah yang dibantu oleh talenta-talenta MJC supaya penjualan lebih sukses,” sambungnya.

Hal ini dilakukan dalam rangka membangun ekosistem antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemkab Jember.

“Kita akan kumpulkan konten kreator yang potensial untuk di didik lebih lanjut. kemudian mereka akan mendapatkan skill untuk kemudian mengelola konten dengan lebih profesional lagi. Harapannya mereka bisa membantu UMKM yang potensial,” tutupnya.

Terpisah, Bupati Jember, Hendy siswanto mengatakan, terkait pola pemasaran dan pengembangan potensi UMKM akan semakin dimasifkan.

Baca Juga:  Resmikan Jembatan Penghubung Desa, Bupati Jember: untuk dongkrak perekonomian masyarakat

“Dimulai dari kita harus meyakinkan kepada market, untuk bisa yakin terhadap produk yang dipasarkan. Mulai dari cara memproduksi bagaimana, kemudian bagaimana pemerintah untuk masuk bisa mendampingi. Tapi kalau satu-satu, gak mampu pemerintah,” ujarnya.

Sehingga, kata Hendy, untuk upaya pendampingan dari pemerintah daerah. Hendy mencontohkan bisa dengan melakukan klasterisasi produk.

“Contohnya, semisal produk kripik, kan kripik beranekaragam. Ada yang enak, ada yang gak enak karena harganya kemahalan. Begitu kita kasih modal, 2 kali putaran habis. Nah ini kalau pemerintah turun dikolaborasikan dengan teman-teman millenial ini branding tentunya jasa post produksinya lebih murah. Karena kroyokan modelnya,” paparnya.

“Jadi kalau mau kroyokan biaya profitnya dikurangi biaya sedikit-sedikit itu. Itu strategi sederhana. Itu sebuah strategi jika ada tamu yang datang ke Jember. Ini yang paling bagus dan produknya perlu dicek, pabriknya dan alat-alat (produksi) nya canggih. Ini peran pemerintah masuk membantu marketingnya,” sambungnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment