Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
InternasionalReligi

Momen Dirut BPRS Bhakti Sumekar Ikuti Bimbingan Berniat Haji dan Pengambilan Miqat di Hotel

×

Momen Dirut BPRS Bhakti Sumekar Ikuti Bimbingan Berniat Haji dan Pengambilan Miqat di Hotel

Sebarkan artikel ini
FOTO: Momen Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat bimbingan berniat Haji dan Pengambilan Miqat di Hotel bersama jamaah lainnya. (Ist/wartazone.com)
FOTO: Momen Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat bimbingan berniat Haji dan Pengambilan Miqat di Hotel bersama jamaah lainnya. (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – 9 Zulhijah 1445 H atau 15 Juni 2024, jemaah haji dari seluruh dunia termasuk jemaah haji Indonesia sedang melaksanakan prosesi wukuf di Arafah. Waktu wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) pada hari Arafah.

Menjelang puncak ibadah haji, salah satu momen penting yang perlu diketahui oleh para jamaah adalah tata cara dan urutan masuk ke bus menuju Arafah.

Perjalanan ini merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah haji, oleh karena itu, berikut panduan lengkapnya.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar menyampaikan tips, bahwa urutan masuk bus menuju Arafah tetap mengikuti sejumlah prosedur yang berlaku.

Pertama penentuan kelompok, setiap jamaah akan dikelompokkan berdasarkan maktab atau sektor yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara haji. Kelompok ini akan menentukan urutan dan waktu keberangkatan.

Kedua, pemberitahuan waktu keberangkatan, pihak penyelenggara haji akan memberikan informasi mengenai waktu keberangkatan bus menuju Arafah.

“Pastikan untuk selalu memperhatikan pengumuman ini agar tidak tertinggal,” kata Fajar dalam keterangannya, Sabtu (15/6/2024).

Ketiga, pemeriksaan dokumen, sebelum naik bus pastikan semua dokumen penting seperti gelang identitas, kartu pengenal haji, dan paspor sudah dibawa. Petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen ini sebelum mengizinkan jamaah naik bus.

Keempat, antrian dan pendistribusian jamaah. Di mana, jamaah akan diminta untuk mengantri sesuai kelompoknya.

“Petugas akan mengarahkan antrian dan memastikan jamaah masuk bus secara tertib dan sesuai dengan nomor urut yang telah ditentukan,” tutur Fajar.

Fajar juga menjelaskan soal cara masuk bus menuju Arafah. Pertama, menunggu di tempat yang telah ditentukan.

Jamaah diharapkan menunggu di tempat yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara haji. Tempat ini biasanya dekat dengan maktab atau akomodasi jamaah.

Kedua, mengikuti petunjuk petugas. Dalam hal ini ikuti semua petunjuk yang diberikan oleh petugas haji.

“Mereka akan mengarahkan jamaah mulai dari tempat berkumpul hingga masuk ke dalam bus,” tutur Fajar.

Ketiga masuk bus sesuai urutan, saat masuk bus, ikuti urutan yang telah ditetapkan. Jangan mendahului atau berusaha masuk lebih dulu dari kelompok yang telah ditentukan.

Keempat, pastikan tidak ada yang tertinggal. Petugas akan melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal.

“Pastikan juga untuk tidak membawa barang bawaan yang berlebihan, hanya bawa barang-barang penting saja,” ungkap Fajar.

Kelima, duduk sesuai nomor kursi. Jika ada penomoran kursi, pastikan duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan untuk menjaga keteraturan dan kenyamanan selama perjalanan.

“Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan jamaah haji dapat melakukan perjalanan menuju Arafah dengan lancar dan khusyuk, sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik,” jelas Fajar.

Melalui bimbingan yang tepat di hotel, kata Dirut Fajar, jamaah dapat melaksanakan proses ini dengan benar dan khusyuk.

“Pastikan untuk selalu mengikuti arahan dari petugas atau pembimbing haji, dan perbanyak doa serta zikir agar perjalanan haji menjadi lebih bermakna dan diberkahi,” pungkasnya. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.