Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
DaerahEkonomi

Sebelum Berutang, BPRS Bhakti Sumekar Ingatkan Masyarakat Bedakan Kebutuhan dan Gengsi

×

Sebelum Berutang, BPRS Bhakti Sumekar Ingatkan Masyarakat Bedakan Kebutuhan dan Gengsi

Sebarkan artikel ini
FOTO: kampanye literasi keuangan bertajuk “Utangmu untuk Kebutuhan atau Gengsi?” dalam rangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026.
FOTO: kampanye literasi keuangan bertajuk “Utangmu untuk Kebutuhan atau Gengsi?” dalam rangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Keputusan mengambil utang atau pembiayaan perlu dipertimbangkan secara matang. Masyarakat diingatkan agar tidak menjadikan pembiayaan sebagai cara untuk mengikuti tren atau memenuhi gaya hidup.

Pesan tersebut disampaikan BPRS Bhakti Sumekar melalui kampanye literasi keuangan bertajuk “Utangmu untuk Kebutuhan atau Gengsi?” dalam rangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan, pembiayaan pada dasarnya bukan sesuatu yang harus dihindari. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar.

“Utang bisa bermanfaat jika digunakan untuk kebutuhan penting atau kegiatan produktif. Yang perlu dihindari adalah berutang tanpa perhitungan,” kata Fajar, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pembiayaan dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan yang memiliki manfaat, seperti pendidikan, kesehatan, modal usaha, maupun kebutuhan mendesak yang sudah direncanakan.

Sebaliknya, masyarakat perlu berhati-hati jika utang digunakan untuk membeli barang karena tren, berbelanja berlebihan, atau sekadar mengikuti gaya hidup.

Fajar juga meminta calon nasabah menghitung kemampuan membayar angsuran sebelum mengambil pembiayaan.

“Pastikan dulu tujuan berutang dan kemampuan membayar. Jangan sampai keputusan hari ini justru menjadi beban di kemudian hari,” ujarnya.

Melalui edukasi tersebut, BPRS Bhakti Sumekar mendorong masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan dan mampu membedakan antara kebutuhan yang penting dengan keinginan yang bersifat konsumtif.

Kampanye ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Bulan Literasi Keuangan 2026 dan GENCARKAN 2026 yang mendorong masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara bijak dan berkelanjutan. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: Abd. Rahman, kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. (Ist/wartazone.com)
Pendidikan

Abd. Rahman, M.Pd. kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. Rahman ditetapkan sebagai ketua umum melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) KPP Sumenep. Mubes KPP Sumenep berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026, di HK Resto, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.