Festival JKCI ke-4 Dihadiri Oleh 10 Perwakilan Negara

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Festival JKCI ke-4 Dihadiri Oleh 10 Perwakilan Negara

Foto: Konferensi Pers Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (22/7/2022).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Sebanyak 10 perwakilan negara, menghadiri Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) ke-4 tahun 2022.

Diketahui, berdasarkan dari data panitia duta besar yang hadir diantaranya. Argentina, Republik Ceko, Zimbabwe, Nigeria, Serbia, Kuba, Bahrain, Duta Besar UN World Food Programme, Atase Imigrasi Kedutaan Besar Yaman, dan perwakilan Emmbasy Uzbekistan.

“Kalau tahun lalu ada empat duta besar, kini ada 10 duta besar dan perwakilan negara yang hadir. Salah satunya adalah Kuba yang merupakan negara penghasil tembakau cerutu terbaik di dunia,” ucap Ketua Panitia Festival JKCI Febrian Ananta Kahar saat konferensi pers di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Jumat (22/7/2022).

Baca Juga:  Berangkat ke Pulau Madura Bisa Naik Pesawat dari Jember

Kemudian, lanjut Kahar, beberapa buyer/seller cerutu internasional juga hadir dari berbagai negara. Seperti Malaysia, Prancis, dan Slovakia, serta Macau dan rombongan pejabat dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Kegiatan itu merupakan festival cerutu pertama dan satu-satunya di Asia Pasifik dan merupakan sarana memperkuat Jember sebagai kota cerutu dan tembakau,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi kegiatan Festival Jember Kota Cerutu Indonesia. Karena dapat memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten setempat.

“Kami berharap nantinya tamu-tamu dari berbagai negara itu membeli produk khas Jember yang ditampilkan oleh UMKM. Sehingga tentunya kerja sama atau MoU dengan para buyer cerutu, nantinya ada transaksi yang menjanjikan,” kata Hendy.

Baca Juga:  Begini Cara Bupati Jember Diversifikasi Ekonomi di Tengah Pandemi Covid

Menurutnya, cerutu merupakan produk high class dan Jember adalah salah satu daerah penghasil tembakau terbaik.

“Sehingga tidak hanya produk pabrikan, produk UMKM, bahkan dari petani juga bisa dikembangkan nantinya,” ungkapnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment