Lewat Festival Film Pendek SOS, IOH Ajak Gen Z Gunakan Medsos dengan Bijak

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Caption: Festival Film Pendek SOS 2023 Goes to campus, Rabu (22/11/2023).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Guna meningkatkan literasi digital dan bijak bermedia sosial, Indosat Ooredeo Hutchison (IOH) mengkampanyekan hate speech melalui gelaran film pendek Save Our Socmed (SOS) 2023.

Untuk tema film pendek SOS 2023 kali ini, bertemakan ‘Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi’. Selain itu, festival itu juga berkolaborasi dengan Narasi Tv.

Dengan tujuan untuk mengedukasi bagi generasi Z, untuk berkarya secara positif, terutama di media sosial.

Kali ini, IOH menyasar even festival tersebut ke kalangan mahasiswa. Dengan mendatangi dua kampus di Jember. Yakni Universitas Jember (Unej) dan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh).

VP- Head of Corporate Social Responbility Indosat Ooredo Hutchison Diah Kusuma Dewi menuturkan, untuk tahun ini memilih isu hate speech.

Baca Juga:  Tri Buka Tiga Layanan Gerai 3Kiosk Lagi di Jawa Timur, Upaya Dekat Dengan Konsumen dan Dukung UMKM

Mengingat juga, tahun 2023 sudah akan mendekati pesta demokrasi.

“Melihat kondisi sosial media kita sekarang, banyak sekali (persoalan) hate speech itu. Nah untuk SOS ini sudah tahun ketiga, memang kita berangkat konsennya Indosat berdasarkan perkembangan sosial media sekarang ini,” ucap Diah saat jumpa pers di Kampus Unmuh Jember, Rabu (22/11/2023).

Pihaknya menceritakan, sebelumnya festival film di awal tahun 2021, mengangkat tema soal bullying.

“Karena isu bullying lagi gencar-gencarnya saat itu. Di situ kita mengangkat tema cyber bullying waktu itu masih belum festival film pendek. Tapi film vertikel. Tapi sebenarnya sama juga,” ungkapnya.

“Lalu kemudian tahun 2022 kemarin, mengangkat tema soal flexing. Karena tahun lalu, flexing sudah menjadi seperti makanan sehari-hari di sosmed kita. Karena orang-orang sering banget menggunakan sosmed flexing kan. Nah untuk tahun ini, kebetulan sudah masuk tahun politik, disitu kan ada potensi hate speech sudah mulai bermunculan. Di situ kita coba untuk bisa sama-sama (kampanye) memerangi hate speech ini,” sambungnya menjelaskan.

Baca Juga:  Luncurkan Jingle Semua Karena Cinta dan Gandeng Influencer, Cara Gus Fawaid Rangkul Gen Z

Sehingga, dengan adanya festival film pendek yang digelar disepakati mengambil tema soal hate speech itu. Nantinya dapat menjadi wadah informasi dan lebih bermanfaat.

“Intinya daripada sosmed dibuat negatif, mendingan kita bikin film (pendek) kemudian kita posting. Harapannya kita bisa mengajak orang lain untuk sama-sama berpikir positif terhadap sosmed,” tuturnya.

“Apalagi pengguna sosmed kita tahu para generasi Z, atau kalangan muda. Jadi kita cari cara untuk menyentuh dengan cara mereka. Apalagi saat ini kita sadari tidak bisa hidup tanpa sosmed,” imbuhnya.

Baca Juga:  Menuju Era Police 4.0, Polresta Mojokerto Gelar Pelatihan Kehumasan

Diah juga menambahkan, pihaknya menggandeng Media Narasi Tv yang dianggap bisa ikut menyuarakan antisipasi hate speech.

“Tanpa mendiskreditkan media lain, kita menggandeng semua media untuk memerangi hate speech ini. Generasi muda juga lebih bijak dan positif dalam menggunakan sosmed. Malah di Jember kita juga sambung komunikasi yang baik dengan media-media di sini. Ada Media Online, Televisi, bahkan juga lainnya,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment