Depresi Tinggal Sendiri, Pria di Jember Ditemukan Tewas Menggantung di Dalam Rumah

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Depresi Tinggal Sendiri, Pria di Jember Ditemukan Tewas Menggantung di Dalam Rumah

Foto: Korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan seutas tali tampar di dalam rumahnya di Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Pria bernama Syaifulloh (54) warga Dusun Krajan, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember. Ditemukan tewas menggantung di dalam rumahnya, menggunakan seutas tali tampar berwarna hijau, Kamis (22/12/2022) petang.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung, pada tali tampar berwarna hijau sepanjang kurang lebih 1,5 meter. Dimana sebelumnya tali tersebut diikatkan di batang bambu / blandar atap rumah.

Korban nekat melakukan aksi bunuh diri, kata Kapolsek Puger AKP Eko Basuki Teguh Argowibowo, diduga akibat depresi karena sudah lama tinggal sendiri.

Baca Juga:  Pemuda Asal Larangan Tokol Pamekasan Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

“Terkait aksi yang diduga bunuh diri itu, informasi yang kami terima dari keluarga korban karena depresi dan juga korban mengalami keterlebakangan mental. Korban selama ini tinggal sendiri di rumahnya. Berapa lama tinggal sendiri? Keluarga hanya menyampaikan sudah lama,” kata Eko saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (23/12/2022).

Terkait kronologi penemuan awal jenazah korban, Eko menjelaskan pertama kali ditemukan tewas dengan posisi gantung diri oleh keluarganya.

“Korban tinggal sendiri di rumahnya, tidak jauh dari rumah saudaranya bernama Romlah. Setiap hari, korban selalu datang ke rumah saudaranya dan duduk-duduk di teras rumah setiap sore. Nah saat kejadian ini, saudaranya curiga kok tidak melihat korban datang ke rumahnya,” jelas Eko.

Baca Juga:  Pak Sekdes di Jember Ditemukan Gantung Diri di Pohon

Sekitar pukul 5 sore, lanjutnya, saudaranya mendatangi rumah korban. Tapi sebelumnya sempat bertanya ke tetangga sekitar, apakah melihat korban.

“Tapi karena tetangga bilang tidak ada yang lihat. Saudaranya ini datang ke rumah korban. Dari kaca jendela terlihat korban sudah dalam posisi tergantung di seutas tali itu, kemudian lapor ke kami dan anggota menuju TKP,” ujarnya.

Dari olah TKP di lokasi kejadian, Eko menjelaskan, tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban mengaku pasrah dan menerima kejadian dugaan aksi bunuh diri ini sebagai sebuah musibah.

Baca Juga:  Ngaku ‘Sumpek’, Seorang Pemuda di Jember Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

“Ditegaskan dengan surat pernyataan dan tanda tangan bermaterai dari keluarga korban. Selanjutnya korban pun langsung dimakamkan di pemakaman umum,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment