Alasan Pembinaan, Tahun Ini BNN Sumenep Minim Tangkapan

0 Komentar
Reporter : Panji Agira

Foto: Kepala BNN Sumenep, Bambang Sutrisno saat menggelar ungkap kasus narkotika jenis sabu selama tahun 2023.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelar ungkap kasus narkotika jenis sabu selama tahun 2023.

Hasilnya, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti (BB) hanya sekitar 25,83 gram.

Kepala BNN Sumenep, Bambang Sutrisno mengungkapkan, selama tahun 2023 ini pihaknya lebih mengedepankan kegiatan pembinaan dan penyuluhan anti narkoba untuk mengurangi peredaran gelap barang haram tersebut.

“Tahun 2022 kok 2 kilo 15 gram. Sekarang kok hanya 25,83 gram Pak. Misalnya, ada pertanyaan begitu. Iya intinya berarti tahun ini kan semakin menurun,” ungkapnya, saat jumpa pers, Rabu (27 Desember 2023).

Baca Juga:  Kurir Ganja Diringkus Polisi, Pengendali Pengiriman Paket dari Dalam Lapas di Bali

Meski minim tangkapan, Bambang mengklaim ada banyak pengguna yang direhabilitasi seperti di Klinik Pratama, Puskemas Dasuk, Puskesmas Batang-Batang, Puskesmas Guluk-Guluk dan 4 unit IBM yang terbentuk di tahun 2022 dan tahun 2023.

“Terus terang saja yang direhabilitasi itu banyak. Mungkin, untuk peredarannya (narkoba,red) itu yang mengalami penurunan. Yang direhabilitasi itu puluhan dari berbagai kalangan,” sebutnya.

Bambang menambahkan, saat ini pihaknya lebih fokus pada kegiatan memutus jaringan peredaran gelap narkoba. Tujuannya, agar para pecandu tidak semakin meningkat setiap tahun.

Baca Juga:  Operasi Tumpas Narkoba, Polres Sumenep Amankan BB 10,56 Gram Sabu

Saat ini, lanjut Bambang, titik paling rawan peredaran gelap narkoba terjadi di wilayah daratan dibanding kepulauan.

“Biasanya yang paling rawan narkoba itu di tempat hiburan malam. Lalu di kos-kosan. Karena dari ungkap kasus selama ini yang banyak ditangkap ternyata kan di kosan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh pihak bisa bersinergi saling menjaga dan memberikan informasi manakala menemukan kegiatan yang mengarah pada upaya transaksi narkotika di wilayah Sumenep.

“Jadi kamu juga kan tidak mungkin bisa menjangkau dan tahu apabila tidak ada laporan. Karena itu, informasi apapun dari masyarakat sangat dibutuhkan,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment