Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Aktivis FKMS Soal Keseriusan Pemkab Sumenep Tutup Tambak Udang Ilegal

×

Aktivis FKMS Soal Keseriusan Pemkab Sumenep Tutup Tambak Udang Ilegal

Sebarkan artikel ini
Sejumlah aktivis FKMS saat memantau lokasi tambak udang di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, yang beroperasi kembali. Jumat (29/5/2020).
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) — Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak serius menangani penutupan tambak udang di Desa Pekandangan Barat, Kecamatan Bluto.

Pasalnya, tambak yang diduga ilegal tersebut saat ini masih aktif beroperasi kendati sudah ditutup beberapa waktu lalu dan sudah dipasang banner penutupan.

Example 300x600

“Di benak saya muncul tanda tanya, kenapa tambak ini beroperasi kembali. Apakah mungkin ijin operasinya sudah keluar?,” ucap Ketua FKMS Moh. Sutrisno, Jumat (29/5/2020).

Lebih lanjut Sutrisno menyatakan, apabila pemerintah telah mengeluarkan ijin operasional tambak tersebut, bisa disimpulkan pemerintah tidak serius dalam menindak petambak nakal.

“Kalaupun ijin dikeluarkan, alasan pemerintah apa dalam hal ini. Apalagi jelas sudah melanggar aturan reklamasi,” keluhnya.

Sutrisno meminta pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tegas memantau aktivitas tambak tersebut.

“Karena beberapa bulan lalu kan sudah ditutup. Jadi, harus dipantau terus, jangan kemudian habis pasang banner penutupan dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

“Kalau seperti ini kan bias. Saya kira pemerintah tidak serius dalam hal ini,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Perijinan DPMPTSP Kabupaten Sumenep Kukuh Agus Susyanto mengaku belum mengatahui bahwa tambak udang di Pakandangan Barat kembali beroperasi.

“Saya tidak tahu kalau beroperasi. Jadi kemarin mengajukan ijin lagi dan masih dalam proses,” ujarnya.

Menurut Kukuh, pada prinsipnya tidak masalah apabila tambak udang di Desa Pakandangan Barat yang diduga ilegal itu tetap beroperasi.

“Selama tidak menyalahi aturan jika dampak pengelolaannya itu bisa ditangani dengan baik,” tandasnya. (die/bil)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).