Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
PilkadaPolitikReligi

Pelaku UMKM di Pragaan Sumenep Ketiban Berkah Faham Bersholawat

×

Pelaku UMKM di Pragaan Sumenep Ketiban Berkah Faham Bersholawat

Sebarkan artikel ini
FOTO: Pelaku UMKM di Lapangan Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan pada Jumat malam, 22 November 2024 mengaku mendapatkan keuntungan dua kali lipat dalam acara FAHAM Bersholawat.
FOTO: Pelaku UMKM di Lapangan Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan pada Jumat malam, 22 November 2024 mengaku mendapatkan keuntungan dua kali lipat dalam acara FAHAM Bersholawat.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua, Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH. Imam Hasyim terus berkomitmen untuk meningkatkan pelaku UMKM. Salah satunya ditunjukkan dengan melibatkan pelaku usaha di gelaran FAHAM Bersholawat.

Pelaku UMKM yang dilibatkan dalam gelaran FAHAM Bersholawat di Lapangan Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan pada Jumat malam, 22 November 2024 mengaku mendapatkan keuntungan dua kali lipat.

“Alhamdulillah belum saja dimulai, usaha sosis saya laku. Keuntungan dua kali lipat dibanding dengan penjualan biasa sehari-hari,” ungkap salah seorang pelaku UMKM, Aufa (17).

Di sisi lain, penjual pentol, Ayu (25) menyampaikan terimakasih terhadap gabungan relawan dan paslon FAHAM yang sudah melibatkannya pada event yang dihadiri oleh ribuan massa itu.

Pihaknya berharap, hajat relawan, paslon, dan pendukung FAHAM bisa terkabulkan.

“Keuntungan kami saat ini sudah Rp 300 Ribu. Semoga kebermanfaatan yang diberikan penyelenggara dan paslon bisa dibalas lebih banyak dan lebih baik lagi,” harapnya.

Sutiah (40), pedagang minuman menjelaskan, dilibatkannya pelaku UMKM menjadi bukti kepedulian terhadap pelaku UMKM kepada masyarakat kecil.

“Jadi dengan dilibatkannya kami membuktikan bahwa Achmad Fauzi dan KH. Imam Hasyim terbukti peduli pada masyarakat kecil,” tukasnya. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.