Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Ekonomi

BPRS Bhakti Sumekar dan DPMD Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Desa

×

BPRS Bhakti Sumekar dan DPMD Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Sebarkan artikel ini
FOTO: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar.
FOTO: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep. Sinergi ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal di setiap desa.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menyatakan bahwa membangun kemandirian pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Ketahanan pangan harus menjadi gerakan bersama. Kami terbuka untuk bersinergi dengan DPMD dan mendukung program sesuai karakteristik desa masing-masing,” ujarnya pada Jumat (13/6/2025).

Sebagai bentuk dukungan nyata, BPRS membuka layanan rekening khusus untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor pangan. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kelembagaan BUMDes, mempermudah akses pembiayaan, serta mendorong tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

“Fasilitas ini kami siapkan agar BUMDes lebih solid dan leluasa dalam mengelola program pangan,” jelas Fajar.

Perhatian BPRS tidak hanya tertuju pada desa-desa di wilayah daratan, melainkan juga menjangkau desa-desa kepulauan seperti Sapeken, Arjasa, dan Kangayan. Menurut Fajar, kawasan kepulauan memiliki potensi besar dalam sektor pangan yang selama ini belum tergarap secara optimal.

“Kami ingin desa-desa kepulauan mendapatkan akses layanan keuangan yang merata dan berkelanjutan, sehingga mereka bisa ikut berperan dalam pengembangan kedaulatan pangan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga keuangan daerah dan pemerintah desa diharapkan mampu menggerakkan BUMDes dalam berbagai aspek, seperti pengelolaan lahan produktif, pengolahan hasil pertanian, hingga distribusi pangan ke wilayah terpencil.

“Penguatan ketahanan pangan bisa dimulai dari desa. Di sinilah kolaborasi, kepercayaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal bisa memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” pungkas Fajar.

Langkah kolaboratif ini dinilai sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa yang berbasis potensi dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.