Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BudayaTokoh

Prosesi Arya Wiraraja, Cermin Pelestarian Nilai Kepemimpinan dan Budaya Sumenep di Era Modern

×

Prosesi Arya Wiraraja, Cermin Pelestarian Nilai Kepemimpinan dan Budaya Sumenep di Era Modern

Sebarkan artikel ini
FOTO: Prosesi Arya Wiraraja, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep digelar di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (25/10/2025) malam.
FOTO: Prosesi Arya Wiraraja, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep digelar di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (25/10/2025) malam.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep tak hanya menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya yang telah membentuk karakter masyarakat Madura bagian timur ini.

Salah satu rangkaian utamanya, Prosesi Arya Wiraraja, digelar di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (25/10/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, jajaran Forkopimda, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya prosesi.

Example 300x600

Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada Raden Arya Wiraraja, tokoh yang dikenal sebagai pendiri pemerintahan Sumenep. Namun di balik ritual budaya itu, tersimpan pesan moral tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Prosesi ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga ajang memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran,” ujar Bupati Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Ia menegaskan, di tengah arus modernisasi dan tantangan global, masyarakat Sumenep tidak boleh kehilangan jati diri. Tradisi seperti Prosesi Arya Wiraraja dianggap menjadi sarana refleksi untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya lokal.

“Kemajuan tidak boleh membuat kita melupakan akar budaya. Justru dengan melestarikannya, karakter dan nilai kemanusiaan masyarakat semakin kuat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai kepemimpinan Arya Wiraraja yang dikenal jujur, tegas, dan berpihak pada rakyat. Menurutnya, semangat tersebut relevan untuk diterapkan dalam tata kelola pemerintahan modern saat ini.

Tahun ini, Hari Jadi Kabupaten Sumenep mengusung tema “Ngopene Soengenep”, yang bermakna ajakan untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya. Tema tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa depan.

“Budaya adalah lentera yang menuntun kemakmuran. Selama kita mampu menjaganya, kita akan terus memiliki arah dan jati diri,” pungkas Bupati.

Prosesi Arya Wiraraja menjadi wujud nyata bagaimana masyarakat Sumenep menjaga kesinambungan antara sejarah dan modernitas. Tradisi ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kepemimpinan beretika dan kebersamaan sosial di tengah perubahan zaman. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Penyerahan hadiah kepada para pemenang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 dari kategori pelajar dan umum. (Ist/wartazone.com)
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 resmi menetapkan para pemenang dari kategori pelajar dan umum. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam Keputusan Dewan Juri MEC 2026 Nomor 01/SK-DJ/MEC/IX/2026 tentang Penetapan Pemenang MEC Tahun 2026. Sebanyak 12 peserta ditetapkan sebagai juara, masing-masing enam orang dari kategori pelajar dan enam orang dari kategori umum.

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam, menjadi ruang pertemuan budaya sejumlah kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung. Mereka mengikuti defile dengan diiringi para dayang yang mengenakan busana adat Keraton Sumenep.