Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisEkonomi

Dorong Kemandirian UMKM, BPRS Bhakti Sumekar Tawarkan Pembiayaan Syariah Transparan dan Cepat

×

Dorong Kemandirian UMKM, BPRS Bhakti Sumekar Tawarkan Pembiayaan Syariah Transparan dan Cepat

Sebarkan artikel ini
RAMAH: Pelayanan terhadap nasabah di Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep terpantau ramai dan teratur. (Panji Agira/wartazone.com)
RAMAH: Pelayanan terhadap nasabah di Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep terpantau ramai dan teratur. (Panji Agira/wartazone.com)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) — Upaya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan BPRS Bhakti Sumekar melalui penyediaan pembiayaan berbasis syariah yang menitikberatkan pada prinsip keadilan, transparansi, dan kemudahan akses. Langkah ini dinilai sejalan dengan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah sekaligus penyerap tenaga kerja.

Manajemen BPRS Bhakti Sumekar menempatkan UMKM sebagai segmen prioritas, mengingat sektor ini memiliki potensi besar untuk tumbuh apabila didukung oleh akses permodalan yang tepat. Pembiayaan syariah dinilai mampu memberikan alternatif yang lebih menenangkan bagi pelaku usaha karena mengedepankan kesepakatan yang jelas dan bebas dari praktik riba.

Example 300x600

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa produk pembiayaan yang disediakan dirancang agar pelaku UMKM dapat mengelola usaha secara berkelanjutan tanpa terbebani skema yang memberatkan. Menurutnya, pendekatan syariah bukan hanya soal kepatuhan prinsip, tetapi juga soal keberpihakan pada pelaku usaha kecil.

“Kami berupaya menghadirkan pembiayaan yang adil dan transparan, dengan margin yang kompetitif serta mekanisme yang fleksibel. Tujuan akhirnya agar UMKM bisa berkembang secara sehat dan mandiri,” ujar Hairil Fajar, Sabtu (6/12/2025).

Ia menjelaskan, pembiayaan UMKM di BPRS Bhakti Sumekar menggunakan akad syariah seperti murabahah dan mudharabah yang telah memperoleh persetujuan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penentuan margin maupun nisbah bagi hasil dilakukan sejak awal melalui kesepakatan bersama, sehingga nasabah memiliki kepastian dalam perencanaan keuangan usahanya.

Selain itu, bank juga memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk melakukan pelunasan lebih awal tanpa dikenai penalti. Kebijakan ini diharapkan dapat memberi ruang gerak lebih luas bagi pelaku UMKM yang usahanya berkembang lebih cepat dari perencanaan awal.

Dari sisi layanan, BPRS Bhakti Sumekar berupaya mempercepat proses pengajuan pembiayaan dengan prosedur yang lebih sederhana. Transparansi informasi, mulai dari skema akad hingga besaran margin atau bagi hasil, menjadi bagian penting dari pelayanan yang terus dikedepankan.

Untuk mengajukan pembiayaan, calon nasabah diwajibkan memenuhi persyaratan administratif seperti pengisian formulir, kepemilikan rekening Tabungan Barokah, serta kelengkapan dokumen identitas dan legalitas usaha. Bank juga mensyaratkan adanya jaminan sesuai ketentuan, dengan dokumen tambahan dapat diminta untuk pembiayaan berplafon besar.

Selain layanan di kantor cabang, pengajuan pembiayaan juga dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi bank. Setelah pengajuan masuk, pihak bank akan melakukan analisis kelayakan usaha dan jaminan sebelum keputusan pembiayaan ditetapkan.

“Kami ingin pembiayaan syariah benar-benar menjadi solusi nyata bagi UMKM, tidak hanya mudah diakses, tetapi juga transparan dan sesuai dengan prinsip syariah,” pungkas Hairil Fajar. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.