Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BisnisEkonomi

Produk UMKM Gili Genting Binaan Medco Mejeng di Lokakarya Media SKK Migas 2026

×

Produk UMKM Gili Genting Binaan Medco Mejeng di Lokakarya Media SKK Migas 2026

Sebarkan artikel ini
FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)

YOGYAKARTA, (WARTA ZONE) – Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

Beragam produk khas masyarakat Gili Genting ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya keripik pisang, ikan krispi, kerupuk ikan tenggiri hingga gula siwalan yang menjadi salah satu produk lokal unggulan dari wilayah kepulauan Sumenep.

Kehadiran produk-produk tersebut bukan sekadar menjadi etalase produk lokal. Pameran juga menjadi bagian dari upaya memperlihatkan hasil program pemberdayaan dan pelibatan masyarakat yang dijalankan melalui industri hulu migas.

UMKM tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat binaan Medco Energi sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di wilayah Jabanusa.

Melalui program tersebut, masyarakat di sekitar wilayah operasi didorong untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki. Pengembangan tidak hanya menyasar kemampuan produksi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan nilai tambah serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan, pameran menjadi momentum untuk melihat secara langsung hasil pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui produk UMKM.

“Pameran UMKM binaan industri hulu migas menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat menghasilkan produk-produk unggulan dan meningkatkan kemandirian masyarakat,” kata Anggono.

Menurutnya, kreativitas dan semangat pelaku UMKM menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, pengembangan UMKM dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dengan memperkuat pemasaran agar produk lokal mampu menjangkau konsumen di luar daerah.

“Kami melihat semangat dan kreativitas para pelaku UMKM. Semoga UMKM binaan industri hulu migas dapat naik kelas dan memperluas pasar ke depan,” katanya.

Pameran UMKM tersebut menjadi salah satu rangkaian Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jabanusa yang mengusung tema “Menguatkan Industri Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan”.

Kegiatan itu diikuti sekitar 80 pimpinan media dari berbagai daerah. Selain menjadi forum komunikasi antara industri hulu migas dan media, lokakarya juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai peran industri hulu migas dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Bagi UMKM Gili Genting, kesempatan tersebut membuka ruang promosi yang lebih luas. Produk yang lahir dari potensi masyarakat kepulauan itu dapat dikenal oleh peserta dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat diarahkan pada penguatan ekonomi lokal.

Pameran ini sekaligus menjadi gambaran bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari proses pendampingan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengembangkan produk, membangun kemandirian, dan membuka peluang pasar secara berkelanjutan. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.