Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Jember Pakai Baju Khas Pandalungan

×

Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Jember Pakai Baju Khas Pandalungan

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Jember Hendy Siswanto saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Kota Jember, Kamis (1/6/2023).
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bupati Jember Hendy Siswanto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Kota Jember, Kamis (1/6/2023).

Dalam kegiatan upacara itu, peserta yang terdiri dari seluruh jajaran dan Kepala OPD Pemkab Jember, juga tamu undangan memakai pakaian adat dan tradisional dari seluruh Indonesia.

Example 300x600

Bupati Jember Hendy Siswanto juga tampak memakai baju tradisional. Namun baju itu menurutnya, dinilai memiliki kekhasan Jember.

Bupati Hendy menyebutnya sebagai baju khas Pandalungan. Sebagai bentuk kultur budaya kolaborasi Jawa dan Madura.

“Saya memakai busana adat (tradisional) berbeda, dimana saya ingin menampilkan sesuatu yang beda. Ini Jember yang akrab disebut Pandalungan, yakni gabungan antara (kekhasan suku) Jawa dan Madura,” kata Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai upacara.

Bupati Hendy menjelaskan, dari ujung kepala hingga kaki. Memakai aksesoris untuk mendukung baju khas Pandalungan yang dimaksud.

“Tentunya (aksesoris) yang dipakai, untuk mempresentasikan (kolaborasi) itu semua. Ada Madura oke, Jawa juga oke. Ini (kepala) memakai ublang. Dimana ublang ini (dengan motif) kain batik khas Jember dan menunjukkan (serta mewakili) kreatifitas Jember Fashion,” ulasnya.

Kemudian diantara baju dan celana tiga seperempat yang dipakai berbentuk khas pakaian Sakera, disebut sebagai perwakilan dari Suku Madura.

“Tapi bedanya ini ada (kain) pengikat atau mirip sarung dengan motif daun tembakau, dan kain warna hitam. Bahwa di Jember juga ada masyarakat Madura. Kombinasi warna emas, mirip kain Bali,” ujarnya.

Selanjutnya pada bagian kaki sebelah kiri, lanjut Hendy, dikombinasi dengan lukisan warna warni. Menunjukkan ke khasan dari Jember Fashion Carnival (JFC).

“Sempat tadi ditegur sih sama Gus Firjaun (Wabup Jember), Ji kok ada tatonya. Saya bilang, maaf bukan tato Gus. Ini lukisan kreatifitas seniman sekitar alun-alun sini. Ini menunjukkan ciri khas JFC. Tapi (warna catnya) tidak permanen, bisa hilang ini. Jadi ini kekhasan yang saya maksud dari Pendalungan,” ulasnya.

Dengan kreatifitas dari sisi seni itu, lanjutnya menjelaskan, Hendy menegaskan siap untuk membawa ke khasan Jember dari sisi seni. Untuk mendorong UMKM juga keunikan Jember.

“Apa yang ada di badan saya, saya siap promosikan. Untuk Jember. Mendorong UMKM dan ekonomi kreatif. Ini gelang kayu, asal Balung. Ini asli UMKM jadi mendorong industri-industri kreatif,” ulasnya.

Dengan mengangkat kearifan lokal, katanya, mendorong ekonomi lebih baik.

“Nilai seni ini buat kita, menjadi nilai ekonomi yang bagus. Termasuk juga tadi saat upacara saya membacakan pidato dari Bapak Presiden RI berkaitan Hari Kelahiran Pancasila. Karena harus kita laksanakan bagaimana membumikan Pancasila, bukan hanya sebagai dibaca atau retorika saja. Harus betul betul dimaknai dan dilakukan (diterapkan) dalam kehidupan sehari-hari,” ulasnya.

“Karena Pancasila ini adalah merangkum dari seluruh keyakinan dan keberagaman suku, keberagaman agama, semua ada dimaknai dalam lima sila yang ada ini,” imbuhnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).