Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Daerah

Peringati Hari Batik Nasional, Bupati Fauzi Pamer Batik Kebanggan Sumenep yang Go Internasional

×

Peringati Hari Batik Nasional, Bupati Fauzi Pamer Batik Kebanggan Sumenep yang Go Internasional

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo bersama istri Nia Kurnia Fauzi mengenakan batik kebanggaan Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, H Achmad Fauzi Wongsojudo pamer produk batik karena menjadi kebanggaan warga Kota Keris.

Hal ini karena potensi batik yang dimiliki Kabupaten Sumenep berhasil memukau masyarakat, baik lokal hingga internasional.

Apalagi, lanjut Bupati Cak Fauzi, pembatik di kota Keris patut dibanggakan karena dilakukan oleh banyak generasi muda. Mereka terjun menjadi pembatik handal. Sehingga kondisi itu berdampak pada masa depan industri batik yang semakin cerah.

Bertepatan dengan Hari Batik Internasional, Bupati Sumenep, H Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan batik telah menjadi salah satu produk kebanggaan Bumi Sumekar, yang kini sudah go internasional dan diakui keindahannya.

Dirinya mengaku takjub, saat mengetahui bahwa mayoritas pembatik yang ada di rumah produksi Canteng Koneng merupakan remaja dengan usia di bawah 26 tahun.

Untuk itu, Bupati kembali mengungkapkan pentingnya peran seluruh pihak, terutama pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya, serta kekayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep, termasuk batik.

“Ini luar biasa sekali, karena pembatik kita didominasi oleh anak muda, yang umurnya di bawah 25 tahun,” ungkapnya, saat dihubungi oleh sejumlah media, Senin (02/10/2023) .

Orang nomor satu di Sumenep tersebut juga mengingatkan bahwa regenerasi pembatik, merupakan hal penting yang juga perlu untuk diperhatikan.

“Generasi muda cenderung memiliki pemikiran-pemikiran yang inovatif dan bisa mengikuti trend. Kami berharap batik Sumenep akan mampu bertransformasi tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Sudah menjadi rahasia umum produk batik dari Kabupaten Sumenep sudah merambah pasar internasional.

Salah satu yang telah terkenal di masyarakat adalah produk Batik Canteng Koneng, yang pemasarannya telah tembus ke negeri kincir angin Belanda hingga Korea Selatan. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.