Paslon Faida – Vian Unggul dari Hendy – Gus Firjaun, Selisih 0,4 Persen Hasil Survei PRC

0 Komentar
Reporter : Mohammad Arkha
Foto: Lembaga Survei Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil survei Pilkada Jember, 9 Desember 2020 mendatang, dengan sampel 500 responden dari 31 kecamatan se Kabupaten Jember.

Foto: Lembaga Survei Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil survei Pilkada Jember, 9 Desember 2020 mendatang, dengan sampel 500 responden dari 31 kecamatan se Kabupaten Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) — Lembaga Survei Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil suara antara petahana Faida – Vian, unggul 0,4 persen dari Paslon 02 Haji Hendy – Gus Firjaun (Muhammad Balya Firjaun Barlaman).

Hasil suara itu, berdasarkan survei yang dilakukan PRC, dengan mengambil sampel dari 500 responden 31 kecamatan se Kabupaten Jember.

Direktur Riset PRC Miftahul Munir, dalam rilisnya mengatakan, PRC melakukan uji elektabilitas dengan mengajukan dua pertanyaan kunci, yakni top of mind (pertanyaan terbuka elektabilitas) dan closed option (pertanyaan tertutup).

“Dari survei dengan pertanyaan tertutup (menunjukkan gambar, angka nomor urut), pasangan Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) mendapatkan 35,6 persen. Selisih tipis dengan pasangan Hendy Siswanto – Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang mendapat 35,2 persen. Sementara pasangan nomor urut 03 Abdus Salam – Ifan Arianda meraih 12,6 persen,” kata Munir saat rilis di salah satu cafe di Jember, Sabtu (5/12/2020).

Baca Juga:  Melihat Lebih Dekat Koleksi Batik Beragam Corak Khas Pamekasan di Istana KaDe

Sementara itu dengan hasil dalam uji pertanyaan terbuka elektabilitas (top of mind). Petahana Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto memperoleh suara 31,8 persen.

“Sedangkan Hendy Siswanto – Balya Firjaun Barlaman mendapatkan 30,4 persen. Terakhir, kandidat dengan nomor urut 3, Abdussalam – Ifan Ariadna Wijaya hanya memperoleh 11,4 persen,” sebutnya.

Hasil survei yang dilakukan itu, lanjut Munir, sama-sama menghadirkan jumlah responden yang belum atau tidak menentukan pilihan di atas 10 persen.

“Dalam pertanyaan soal top of mind, sebanyak 26,4 persen responden masih belum atau tidak menentukan pilihan,” imbuhnya.

Sementara dalam pertanyaan tertutup (closed option), ada 16,6 persen responden yang masih belum atau tidak menentukan pilihan.

Sedangkan untuk responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab terbagi menjadi dua kategori. Pertama, adalah mereka yang dominan menjawab rahasia, terutama dari kalangan responden berlatar belakang pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga:  Masuk Kota Batu, Siap-siap Jalani Rapid Tes

Kedua, mereka yang memang merupakan undecided voters (pemilih yang belum mengambil keputusan) itu sendiri.

Kemudian untuk metode survei yang digunakan adalah multi-stage random sampling, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. “Adapun rentang Margin of Error (MoE) dalam survei PRC adalah sebesar 4,5 persen,” katanya.

PRC melakukan supervisi secara berlapis melalui koordinator lapangan dan supervisor, serta dilakukan respondents check sebesar 20 persen dari total responden untuk memastikan kualitas survei.

“Berdasarkan hasil data survei kami, dengan selisih hanya 0,6 persen sampai dengan 1,4 persen, baik petahana Faida – Oktavianto maupun penantang Hendy – Gus Firjaun sama-sama memiliki peluang yang besar untuk menang,” imbuh Munir.

Baca Juga:  Ritual di Pantai Payangan Jember, 13 Orang Dikabarkan Terseret Ombak

Munir juga menambahkan, hasil survei ini diperoleh dari jajak pendapat yang dilaksanakan pada 26 November- 2 Desember 2020.

Sementara itu, Direktur PRC Rio Prayogo mengatakan, survei yang dilakukan lembaga independen miliknya itu, untuk menguji beberapa poin menarik dari perhelatan pilkada di Kabupaten Jember.

“Yang biasanya petahana itu didukung oleh partai, tapi di Jember ini yang terjadi malah maju dengan rekom rakyat. Sehingga kami melakukan pengujian ini,” kata Rio.

Kemudian untuk partai politik yang berkecimpung dalam dukungan paslon ini, juga sebagai sebuah laboratorium politik, yang menguji apakah Parpol layak mendapatkan calon yang menarik buat masyarakat.

“Ditambah lagi di tengah Pandemi (Covid-19) saat ini, bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perhelatan Pilkada. Meyakinkan masyarakat untuk mau berpartisipasi dalam Pilkada ini,” ujarnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment