Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NasionalParlemen

Said Abdullah Dorong Pemuda Sumenep Jadi Agen Perubahan Lewat Empat Pilar Kebangsaan

×

Said Abdullah Dorong Pemuda Sumenep Jadi Agen Perubahan Lewat Empat Pilar Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI, MH. Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Sabtu (6/9/2025), di ruang pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf Sumenep. (Ist/wartazone.com)
FOTO: Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI, MH. Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Sabtu (6/9/2025), di ruang pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat dorongan untuk menjadi agen perubahan bangsa melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Acara tersebut digelar Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI, MH. Said Abdullah, pada Sabtu (6/9/2025), di ruang pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf Sumenep.

Example 300x600

Kegiatan dibuka oleh Moh Fauzi, M.Pd., tenaga ahli anggota DPR RI MH. Said Abdullah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di kalangan generasi muda.

Dua narasumber turut hadir, yakni M. Salman Farid dan Moh. Nurul Hidayatullah. Dalam pemaparannya, Salman Farid menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Kemajuan suatu bangsa dimulai dari generasi mudanya. Mari kita junjung tinggi semangat kebangsaan,” ujarnya.

Salman juga mengingatkan agar pemuda Indonesia terus meneguhkan semangat kebhinekaan dan menjaga keutuhan bangsa demi kemajuan berkelanjutan.

“Empat Pilar Kebangsaan ini penting kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jiwa nasionalisme dan partisipasi aktif dalam pembangunan bangsa harus terus dijaga oleh kalangan pemuda,” tambahnya.

Sementara itu, Moh. Nurul Hidayatullah menyampaikan bahwa Empat Pilar Kebangsaan adalah fondasi utama yang harus terus dijaga dan diwariskan. Ia mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan tradisi gotong royong yang sudah melekat dalam budaya masyarakat Indonesia.

“Para pendiri bangsa mengambil makna dari adat, istiadat, dan kebudayaan kita, lalu merumuskan nilai-nilai tersebut menjadi Pancasila. Nilai ketuhanan sebagai sila pertama mencerminkan kepercayaan masyarakat Indonesia akan Tuhan, terlepas dari perbedaan agama,” jelasnya.

Nurul menambahkan, meski sudah lebih dari delapan dekade kemerdekaan, isi Pancasila tetap relevan dan tidak lekang oleh waktu.

“Ini menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk terus menjaga dan meneruskan warisan para pendiri bangsa,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang hangat. Antusiasme peserta menunjukkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan berhasil menarik perhatian generasi muda sebagai penerus bangsa. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Fauzi As. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Ketika Nasib Petani Dijadikan Meja Taruhan
Tempo adalah media besar. Namanya panjang, reputasinya dibangun selama puluhan tahun, dan salah satu kekuatan yang selalu dilekatkan kepadanya adalah keberanian melakukan investigasi.

FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.

FOTO: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nasional

Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), tim mahasiswa UTM menciptakan VACSAFE, perangkat pendingin makanan yang dirancang untuk membantu mengendalikan suhu pangan setelah proses memasak hingga sebelum makanan didistribusikan.