Kendaraan Masa Depan: Nasabah BPRS Bhakti Sumekar Bisa Miliki Motor Listrik Gesits, Bagini Caranya

0 Komentar
Reporter : Ajie Putra
Foto: Motor listrik Gesits terpajang di depan pintu masuk kantor pusat BPRS Bhakti Sumekar Sumenep.

Foto: Motor listrik Gesits terpajang di depan pintu masuk kantor pusat BPRS Bhakti Sumekar Sumenep.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Otomotif Indonesia terutama sepeda motor listrik sedang banyak diperbincangkan. Motor tersebut adalah motor listrik Gesits.

Motor listrik Gesits sendiri merupakan impian anak bangsa yang ingin mewujudkan Tanah Airnya yang mandiri dalam bidang transportasi, teknologi dan industri. Sejarah awalnya, motor listrik Gesits tercipta karena kerjasama antara Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di tahun 2018 silam.

Karena dukungan pemerintah yang tinggi pada motor listrik Gesits, mendorong terwujudnya kerjasama yang terjalin untuk produksi, pemasaran, dan operasional. Kerjasama ini terwujud antara akademisi, BUMN dan pihak swasta.

Kemudian terbentuklah kerjasama yang melibatkan banyak pihak, diantaranya adalah ITS, ITB, UNS dari perwakilan akademisi. Kemudian dari pihak BUMN diwakili oleh PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pertamina, dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Untuk pihak swasta diwakili oleh PT Gesits Technologies Indo (GTI).

Setelah kerjasama tersebut terjalin, kemudian PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi dengan PT Gesits Technologies Indo (GTI) mendirikan pabrik baru untuk memproduksi motor listrik Gesits, yaitu PT Wijaya Manufakturing (WIMA) yang berada di Cilengsi, Bogor, Jawa Barat. Dilansir otosia.com, akhirnya, pada gelaran IIMS 2019 (25/04/2019), motor listrik Gesits secara resmi diluncurkan.

Motor listrik Gesits kini pun resmi hadir di Kabupaten Sumenep ditandai dengan Grand Launching Dealer motor berbasis listrik tersebut di De Baghraf Hotel, Senin (24/5/2021) bulan lalu.

Baca Juga:  Pergantian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep Tuai Polemik

Pemerintah Daerah sangat mendukung pengembangan motor listrik Gesits berbasis baterai, karena memiliki efisiensi yang cukup tinggi juga ramah lingkungan. Dukungan ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan, Ahmad Masuni saat membacakan sambutan Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah, kala itu.

“Motor listrik berbasis baterai untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dan program pemerintah dalam rangka mengefesienkan energi serta mengurangi polusi bidang transportasi,” kata Ahmad Masuni, pada peluncuran Motor Listrik Gesits.

Ia berharap, masyarakat Sumenep mulai beralih pada penggunaan motor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk mendorong percepatan program kendaraan bermotor listrik.

“Kami juga berharap pihak terkait agar menyediakan infrastruktur penunjang seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” ungkap Masuni.

Direktur Utama PT. Bangun Sentosa Jawa Prakarsa, Permadi Surya menyampaikan, motor listrik Gesits memiliki banyak kelebihan. Di antaranya tidak membutuhkan BBM, hanya charge (pengisian) baterai di rumah atau di tempat lain selama 3-4 jam dengan biaya operasional sekitar Rp 2.000 mampu menempuh jarak 50 kilometer.

“Pemilik motor listrik ini tidak perlu menyervis secara berkala, karena motornya tidak menggunakan komponen mekanik tetapi komponen listrik,” jelas Permadi.

Pihaknya memilih Kabupaten Sumenep sebagai daerah pelopor motor listrik di Madura karena memiliki potensi yang cukup besar, sehingga bisa menjadi percontohan untuk penggunaan motor listrik.

“Motor Gesits di Kabupaten Sumenep harganya Rp 31 juta 600 ribu secara kontan atau tunai, tetapi ke depan masyarakat bisa mencicil baik melalui perbankan atau lembaga finansial lainnya,” papar Permadi.

Baca Juga:  Ngalap Berkah Ramadan, SMSI Sumenep Gandeng Perusahaan Sari Roti Bagi-bagi Takjil

Sementara Direktur PT. Trans Maju Jaya Merdeka sebagai dealer motor Gesits Sumenep, Aqib Bahmid mengungkapkan, pihaknya di awal-awal memang perlu ekstra edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kelebihannya, terutama hemat bahan bakar, karena menggunakan baterai dan menjaga lingkungan dari polusi udara.

“Sebelum peluncuran kami sudah menjual dua unit dan setelah peluncuran ini targetnya sebulan sebanyak 15 unit,” ujar Aqib.

Meskipun motor Gesits bertenaga listrik, ia tetap memiliki kelengkapan surat kendaraan sama dengan motor lainnya yakni ada Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Yang jelas, kehadiran dealer motor listrik Gesits memudahkan masyarakat untuk memilikinya,” pungkas Aqib Bahmid.

Saat peluncuran, Direktur Utama PT. Bangun Sentosa Jawa Prakarsa, Permadi Surya menyerahkan surat penunjukan dealer kepada Direktur PT. Trans Maju Jaya Merdeka Aqib Bahmid sebagai pelopor penjualan motor listrik Gesits di Sumenep.

Nah, peluang tersebut kemudian disambut baik oleh Bank milik daerah, BPRS Bhakti Sumekar menggandeng PT. Trans Maju Jaya Merdeka menyediakan kredit bagi masyarakat ujung timur pulau Madura untuk memiliki kendaraan masa depan tersebut.

Baca Juga:  Keren!, Forikan Sumenep Raih Juara Harapan Satu di Jatim
Foto: Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar.
Foto: Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar.

“Ini untuk mendorong kendaraan yang ramah lingkungan, motor listrik Gesits ini kan sudah dilaunching kita dukung, agar bisa dipakai masyarakat, terutama harapan kita di kepulauan Sumenep, motor listrik ini akan sangat bermanfaat di tengah tingginya harga BBM di sana sehingga akan lebih efisien dengan cara cas, tanpa harus mengisi BBM,” terang Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar. Selasa (8/6/2021).

Ke depan, disadari Fajar, masyarakat Indonesia memang harus mulai hemat energi, salah satu caranya kendaraan listrik ini, baik motor maupun mobil, namun saat ini bank plat merah milik kota keris masih menyediakan yang versi kendaraan roda dua.

“Ya ke depan kita memang harus lebih hemat energi, sehingga ketersediaan BBM akan lebih hemat jika sebagian dari kita sudah mulai beralih ke transportasi kendaraan listrik ini,” tegasnya.

Kendati demikian, harga motor listrik yang masih relatif tinggi, ke depan diharapkan lebih terjangkau lagi.

“Harapannya, ke depan harganya lebih terjangkau lagi, sehingga akan semakin dilirik oleh masyarakat, karena setiap kali kita datangkan calon nasabah, yang dikeluhkan mengenai harganya. Harganya kan Rp 31.600.000,-,” harapnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment