Warga Karduluk Ngluruk DPMD Sumenep, Minta Kadis Tak Intervensi Pilkades

0 Komentar
Reporter : Abd Wakid
KOMPAK: Massa aksi saat menyampaikan aspirasi di depan kantor DPMD Sumenep (Foto: Abd Wakid)

KOMPAK: Massa aksi saat menyampaikan aspirasi di depan kantor DPMD Sumenep (Foto: Abd Wakid)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Puluhan warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.

Aksi turun jalan ini dilakukan karena masyarakat menilai ada dugaan intervensi terhadap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Karduluk oleh pihak dinas yang beralamat di Jalan Raya Trunojoyo Nomor 118 Sumenep.

Intervensi itu ditandai dengan kondisi kepanitiaan di tingkat desa yang terkesan menolak permintaan warga untuk memberikan berkas bakal calon kepala desa (Bacakades). Alasannya, penolakan tersebut dikarenakan adanya pernyataan Kadis PMD Moh. Ramli untuk tidak memberikan berkas Bacakades. Sehingga, muncul tudingan terhadap mantan Kadinsos Sumenep tersebut.

Baca Juga:  Diduga Rusak Laut, Warga Gersik Putih Sumenep Polisikan Kades dan Penggarap

“Itu karena panitia membawa nama Kadis, untuk tidak memberikan berkas Bacakades. Namun, itu hanya pernyataan tertulis dari Kadis,” lantang Korlap aksi, Mohammad Abdan Syakuro, Rabu (9/8/2021).

“Kami meminta data berkas, termasuk publikasi data ternyata tidak dikabulkan, dengan dalih pak kadis,” ucapnya.

Selain itu, menurut pemuda Desa Karduluk tersebut, warga menolak bakal calon dari luar. Saat ini, di Desa Karduluk ada tujuh Bacakades, tiga orang dari Desa Karduluk, dan empat orang dari luar desa. “Kami menolak calon dari luar desa. Ini akibat Perbup tidak memihak kepada warga,” kecamnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Tolak Reklamasi Pastikan Warga Gersik Putih tidak Sandera Alat Berat

Menanggapi hal ini, Kepala DMPD Sumenep Moh. Ramli mengatakan, alasan dirinya tidak mengizinkan panitia mempublikasi berkas Bacakades karena mestinya hal ini adalah tanggungjawab panitia.

“Itu tanggungjawab panitia. Gak mungkin ditempel semua berkas. Itu bukan kewajiban,” terangnya, saat dikonfirmasi media.

Meski demikian, Ramli tetap mengapresiasi aspirasi warga Desa Karduluk. Ia berjanji, akan segera membawa keluhan ini ke Bupati Sumenep. “Ya, kami akan sampaikan kepada bupati. Soal dikabulkan atau tidak tinggal berdoa. Jika dikabulkan alhamdulillah, jika tidak maka saling menerima,” sarannya.

Baca Juga:  Aksi Pungut Sampah di Pantai Matahari Lobuk, Kades Saleh: kami berharap ada program tindak lanjut

Sekadar diketahui, Pilkades serentak di Kabupaten Sumenep dijadwal akan berlangsung pada 8 Juli 2021. Sedikitnya, terdapat 86 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Sumenep baik kepulauan maupun daratan yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi tingkat desa ini. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment