Seorang Staf Desa di Jember Tergiur Hadiah Pulsa, Uang Puluhan Juta di Rekening Lenyap

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Caption: Korban penipuan, Muhamad Kholil, saat melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Jember di ruang SPKT, Rabu (18/8/2021).

Caption: Korban penipuan, Muhamad Kholil, saat melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Jember di ruang SPKT, Rabu (18/8/2021).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Muhamad Kholil (31), warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres setempat, melaporkan penipuan berkedok undian berhadiah yang mengatasnamakan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Berdasarkan pengakuan korban, pelaku yang telah mencatut nama BRI itu berusaha meyakinkan dirinya di balik sambungan telepon, menggunakan nomor tidak kenal.

Kholil menceritakan, awal mula dirinya mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku dari BRI, seolah-olah meyakinkan korban tersebut. Alhasil uang kurang lebih Rp 36 juta yang ada di rekening BRI miliknya lenyap.

Namun setelah sadar dirinya menjadi korban penipuan, Kholil yang berprofesi Staf Desa tersebut akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Jember, Rabu (18/8/2021).

Baca Juga:  Ditunjuk Pimpin APKASI Jatim, Bupati Jember: Saatnya Kepala Daerah Saling Bersinergi

“Sekitar pukul 3 sore kemarin, Selasa (17/8). Saya dapat telepon dari nomor tidak dikenal yang katanya (mengaku) dari BRI. Bahwa saya mendapat hadiah pulsa Rp 500 ribu, saat peringatan HUT RI ke 76,” ucap Kholil, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Kemudian kata Kholil, seorang penelepon itu mengetahui indentitasnya secara detail, sehingga dirinya yakin jika orang yang berada di ujung telepon benar-benar dari pihak BRI.

“Mulai dari indentitas, pekerjaan dan alamat saya. Sehingga saya yakin. Kemudian juga waktu telepon itu, disampaikan jika nanti saya dapat sms notifikasi yang berisi nomor OTP (one time password),” ungkapnya.

Setelah nomor OTP didapat, korban diminta untuk menyebutkan nomor yang telah diterimanya itu. Setelah itu percakapan telpon dimatikan, korban kemudian diminta menunggu.

Baca Juga:  Seorang Kiai di Jember Diduga Cabuli Santrinya: Bu Nyai: Punya Kamar Khusus, Akses Masuk Menggunakan Finger Print

“Selang 5 menit setelah telepon itu, saya dapat SMS notifikasi jika saya sudah transfer uang sejumlah Rp 36.001.000 ke rekening Briva atas nama Lisa Atrian. Saya kaget dan ngecek rekening saya hanya sisa Rp 98 ribu,” katanya.

Dalam kondisi panik, korban berusaha menghubungi kembali nomor tidak dikenal tersebut, namun sudah di luar jangkauan.

“Saya langsung menghubungi nomor telepon yang mengaku dari BRI itu. Ternyata sudah tidak bisa,” sambungnya, dengan raut wajah sedih.

Karena menurut korban, notifikasi yang didapatnya sangat meyakinkan dirinya. “Saya yakin karena notifikasinya dari BRI. Tapi ya gitu, ternyata saya tertipu,” ujarnya.

Baca Juga:  Vaksinasi COVID-19 di Sumenep Alami Penundaan

Kholil berharap, langkahnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan tindak pidana penipuan yang dialami itu, uangnya dapat kembali, termasuk tidak ada lagi korban penipuan yang mengatasnamakan pihak perbankan.

“Ini saya ke Polres Jember untuk buat laporan,” katanya.

Namun demikian, pihak kepolisian meminta korban untuk melengkapi bukti-bukti. Salah satunya, diminta untuk mendatangi BRI cabang Jember, guna meminta rekening koran, sebagai bukti transfer yang dilakukan.

Terpisah, salah seorang anggota Polres Jember bagian SPKT menyampaikan, laporan dugaan penipuan yang dialami oleh korban telah diterimanya.

“Laporan kita terima, tapi kami arahkan agar korban ke BRI dulu minta rekening koran. Nantinya sebagai alat bukti transfer itu,” singkatnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment