Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EkonomiPemerintahan

Perhatian Bupati Sumenep Menggerakkan Ekonomi Melalui UMKM

×

Perhatian Bupati Sumenep Menggerakkan Ekonomi Melalui UMKM

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menunjukkan perhatian dengan meningkatkan perekonomian PKL yang berjualan di Pasar Bangkal. 
Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menunjukkan perhatian dengan meningkatkan perekonomian PKL yang berjualan di Pasar Bangkal. 

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Upaya Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk meningkatkan perekonomian para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pekerja Kreatif Lapangan (PKL) patut diapresiasi.

Teranyar, perhatian itu ditunjukan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dengan meningkatkan perekonomian PKL yang berjualan di Pasar Bangkal.

Salah satu langkahnya, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi ini menyediakan sarana hiburan musik milenial dan musik tradisional, dalam rangka memberikan hiburan bagi pengunjung atau pembeli PKL di pasar tersebut.

“Kami akan terus berkomitmen meningkatkan perkonomian masyarakat seperti PKL Pasar Bangkal ini,” kata Bupati di sela-sela Panggung Kreasi Anak Negeri (Pangkreas) di Pasar Bangkal, Sabtu (20 April 2024) malam.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menuturkan, untuk meningkatkan daya beli masyarakat di PKL Bangkal, selain menyediakan panggung hiburan Kolaborasi Musik Modern dan Musik Tradisional juga merencanakan di lokasi Pasar Bangkal dan Lapangan Giling, dijadikan sebagai pusat kegiatan kalender 2024 Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Acara yang berkaitan dengan pameran termasuk musik dan lainnya untuk tempat penyelenggaraannya di sekitar Pasar Bangkal atau Lapangan Giling,” terangnya.

Tempat acara itu dijadikan sebagai pusat hiburan rakyat guna membangkitkan mobilisasi ekonomi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan PKL, di area pasar Bangkal.

Cak Fauzi juga menginstruksikan pihak terkait melakukan komunikasi lebih lanjut, untuk menempatkan acara yang bisa dilaksanakan di areal Pasar Bangkal dan Lapangan Giling.

Pemerintah daerah, kata Bupati Fauzi, akan terus berkomitmen meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM dan PKL dengan melibatkan mereka di setiap kegiatan kalender 2024.

“Sebagai langkah awal meningkatkan perekonomian pelaku UMKM dan PKL di Pasar Bangkal, kami menyajikan hiburan musik milenial dan musik tradisional tongtong,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.