Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Diskop UKM dan Perindag Sumenep Kelola Anggaran Rp 1,9 Miliar dari DBHCHT, Lanjutkan Pembangunan KIHT

×

Diskop UKM dan Perindag Sumenep Kelola Anggaran Rp 1,9 Miliar dari DBHCHT, Lanjutkan Pembangunan KIHT

Sebarkan artikel ini
Diskop UKM dan Perindag Sumenep Kelola Anggaran Rp 1,9 Miliar dari DBHCHT, Lanjutkan Pembangunan KIHT
Foto: Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Chainur Rasyid.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindag Sumenep, Madura, Jawa Timur, menerima anggaran sebesar Rp 1,9 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang terletak di wilayah Kecamatan Guluk-guluk.

Example 300x600

“Ini melanjutkan pembangunan KIHT yang tahun 2021, karena anggaran tidak cukup, makanya kami lanjutkan sekarang,” kata Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Chainur Rasyid, Rabu 21, September 2022.

Mantan Kepala Dinas PU SDA Sumenep menambahkan, 4 unit gudang KIHT ditarget bisa selesai akhir tahun ini. Sebab, saat ini tahapannya sudah masuk proses lelang di LPSE Sumenep.

“Diharapkan tahun 2023 gudang tersebut sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan KIHT diyakini akan menampung seluruh kebutuhan masyarakat pelinting tembakau, agar bisa berkumpul di satu titik.

Harapannya akan tercipta kawasan industri yang andal dan bisa mendatangkan manfaat baik secara ekonomis maupun keahlian bagi industri rokok.

“Nanti akan dipantau juga oleh bagian cukai. Sehingga dari tahapan awal sampai produksi bisa terselenggara dengan baik,” imbuh pria yang akrab dipanggil Inung ini.

Selain itu, tujuan dibangunnya KIHT juga untuk menghindari peredaran rokok ilegal alias tanpa cukai.

Sejauh ini masih banyak ditemukan peredaran rokok yang dilarang oleh negara di sejumlah titik di wilayah kabupaten paling timur Pulau Madura.

“Tujuan lain yang tak kalah penting agar peredaran rokok ilegal tidak semakin menjamur. Makanya, dengan KIHT nanti akan terpantau semua,” jelas Inung, menutup keterangan. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.