Bukan Ketua Partai, Ini Kriteria Pendamping Bupati Fauzi di Pilkada Sumenep 2024

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Foto: Wildan Rosaili, pengamat politik dari Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep.

Foto: Wildan Rosaili, pengamat politik dari Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 tidak lama lagi, di Sumenep sendiri mulai ramai diperbincangkan sosok figur yang dinilai layak maju dalam konstalasi politik lima tahunan itu.

Petahana H. Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi figur yang masih cukup kuat untuk disaingi, belakangan publik mulai sibuk menganalisa pendamping Bupati Fauzi jika tak lagi meminang Wakil Bupati Sumenep saat ini, Hj. Dewi Khalifah.

Di sejumlah platform media sosial misalnya, banyak yang lebih tertarik menganalisa bongkar pasang pasangan ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu ketimbang membahas calon yang berani menyainginya.

Abdul Hamid Ali Munir, yang saat ini menjabat ketua DPRD Sumenep menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan, mantan anggota DPR RI KH. Unais Ali Hisyam juga masuk radar bursa.

Selain politisi senior PKB itu, nama lain ada ketua DPC Partai Gerindra Sumenep KH. Ilyas Siraj, KH. Muhammad Shalahuddin Warits atau Ra Mamak dan Ketua DPC PPP Sumenep KH. Ali Fikri, pasangan RB Fattah Jasin dalam pilkada 2019 lalu.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Turun ke Lokasi Banjir Pragaan, Sambangi Ponpes Al-Amin hingga Pasien di Puskesmas

Nur Fitriana Busyro anggota DPRD Jatim, Malik Effendi politisi PAN, hingga Indra Wahyudi ketua DPC Demokrat yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumenep juga mulai mengemuka.

Para figur tersebut digadang layak maju di Pilkada Sumenep 2024, Kendati masih dalam konteks wacana. Belum ada yang serius. Seperti mendeklarasikan diri, misalnya.

Wildan Rosaili, pengamat politik dari Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep mengemukakan pendapat, sosok figur yang bisa menjadi penantang Bupati Fauzi di Pilkada Sumenep 2024, adalah putra Sumenep yang sudah sukses dengan modal dua kekuatan, pertama lobi politik yang kuat ke pusat untuk melahirkan rekomendasi, kedua memiliki amunisi atau ongkos politik yang kuat.

Namun yang tengah menjadi perbincangan publik, kata Wildan, justru masyarakat Sumenep lebih sering membahas sosok figur yang cocok mendampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, ketimbang membahas pesaingnya.

Berbicara figur yang cocok mendampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo nanti, Wildan menyebut bukanlah sosok ketua partai.

Mengapa? Karena secara kalkulasi politik, politisi PDI Perjuangan itu dinilai figur yang sudah kuat dengan kekuatan jaringan yang tidak diragukan lagi, termasuk ongkos politik.

Baca Juga:  Gelontorkan DAK Sanitasi Rp9.7 Miliar, Wujud Komitmen Pemkab Sumenep Ciptakan Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

“Pak Fauzi itu incumbent (petahana), dia sudah punya tim kuat, ongkos politik yang kuat, sehingga beban untuk pemenangan tidak begitu berat. Jadi tidak perlu menggandeng ketua partai,” terangnya, saat jadi narasumber dalam podcast PWI Talk. Rabu (20 Maret 2024).

Jika Fauzi ingin mudah menang, lanjut Wildan, harus menggandeng sosok yang punya akar rumput kuat, seperti tokoh agama, tokoh pesantren atau kiai.

“Tapi kalau dia (Fauzi) PD menang tanpa sosok tokoh pesantren atau kiai, maka cukup mencari pendamping dengan kriteria yang paham terhadap tangisan dan jeritan rakyat, yang mampu memformulasikan kebijakan, seperti dari kalangan profesional misalnya. Tapi saya tidak yakin PDIP berani ambil langkah kedua,” tegasnya.

Bupati Fauzi juga dinilai sukses membawa PDI Perjuangan Sumenep menuju puncak, pilkada 2019 misalnya, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu hanya memiliki 5 kursi di DPRD, tapi di pemilu 2024 perolehan kursinya meningkat derastis.

Baca Juga:  Sumenep Ekspor Daun Kelor ke China, Bupati Achmad Fauzi: Bukti Bangkitnya Ekonomi Pascapandemi

Dari 5 menjadi 11 kursi di parleman adalah bukti nyata kerja politik Bupati Fauzi jalan, integrasi tim di setiap dapil cukup kuat. Bahkan menyalip perolehan suara PKB sebagai partai yang tidak tertandingi di Sumenep dalam pesta demokrasi beberapa periode sebelumnya.

Khusus di Sumenep, kata Wildan, partai yang dinilai paling siap secara tim maupun ongkos politik adalah PDI Perjuangan dalam menatap Pilkada 2024.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) secara resmi mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.

Berdasarkan Keputusan yang di tandatangani Ketua KPU Pusat, Hasyim Asy’ari ini Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak ini akan dilaksanakan, Rabu 27 November 2024 mendatang. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment