RSUD Moh Anwar Sumenep Bagi-Bagi THR Selama Ramadan, Berikut Ulasannya

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Gandeng Unisma, RSUD Moh Anwar Sumenep Bersiap Menjadi Rumah Sakit Pendidikan

Foto: Tampak depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep Madura. (Foto: dok wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Selama bulan suci Ramadan 1444 H/2024 M, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep bagi-bagi THR nih.

THR dimaksud bukan Tunjangan Hari Raya loh ya, tapi Trick Health Ramadan (THR) alias tips sehat selama menunaikan ibadah puasa Ramdan.

Manakah yang lebih baik, tidur atau beraktivitas setelah makan sahur? menurut Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, melalui dr. Didik Permadi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD Moh Anwar Sumenep, kegiatan sahur biasanya disisi dengan makanan berat, mengantuk setelah makan merupakan efek yang wajar.

Karena lanjut dr. Didik, badan mengeluarkan energi yang akan menimbulkan kelelahan, badan juga mengeluarkan hormon triptofan yang akan memodulasi konsep itu.

Bolehkah langsung tidur setelah santap sahur, tentu jawabannya adalah tidak.

“Jika kita tidur dalam waktu kurang dari 1 jam setelah makan, akan menyebabkan beberapa hal negatif, seperti naiknya berat badan, resiko stroke, kencing manis, termasuk naiknya asam lambung ke kerongkongan,” tuturnya, dilansir dari akun Instagram rsuma7.

Baca Juga:  Aksi Sosial Para Dokter RSUDMA Sumenep, Sediakan Takjil Gratis untuk Keluarga Pasien Selama Ramadan

Berat Badan Naik

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa dampak dari kebiasaan tidur setelah makan akan membuat berat badan melonjak naik. Tidak heran saat ramadan banyak orang bukan bertambah kurus melainkan sebaliknya.

Hal ini disebabkan, saat mengkonsumsi makanan lebih banyak kalori yang terbakar yang seharusnya makanan masuk kedalam tubuh akan digunakan sebagai sumber energi. Namun tidur setelah makan sahur akan meningkatkan berat badan atau obesitas, tentu kalori yang tersimpan akan menjadi lemak.

Dalam jangka panjang, dr. Didik mengatakan kebiasaan tidur setelah makan sahur akan membuat perut terasa lebih cepat lapar. Jadinya, rasa lapar yang ditahan membuat kita makan lebih banyak saat berbuka puasa.

Kondisi tersebutlah yang kemudian dapat menimbulkan risiko obesitas meningkat jika tidak mengubah kebiasaan tidur setelah makan.

Baca Juga:  RSUD Moh Anwar Sumenep Menuju Satu Sehat

“Berat badan berpotensi naik bagi mereka yang langsung tidur setelah makan sahur, karena tubuh tidak punya cukup waktu untuk mencerna makanan serta membakar kalori, sehingga bisa kalori yang masuk akan diubah menjadi lemak yang akan disimpan di dalam tubuh,” terangnya.

Risiko Terkena Stroke

Risiko stroke akibat tidur setelah makan terikat dengan peningkatan asam lambung yang menyebabkan stroke. Saat setelah makan akan terjadi perubahan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang mungkin dapat berdampak pada peningkatan risiko terkena stroke.

Godaan untuk tidur lagi setelah sahur memang sangat berat apalagi jika memiliki kewajiban untuk bekerja atau melakukan aktivitas langsung di pagi hari.

Beri waktu tubuh untuk dapat mencerna makanan yang baru dikonsumsi saat sahur, niatkan puasa untuk ibadah, menjaga pola hidup dan makan dengan seimbang. Maka bukan suatu hal yang mustahil di bulan suci Ramadan segala sesuatu yang dikerjakan akan menjadi berkah.

Baca Juga:  Nakes RSUD Sumenep Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Menurunkan Kualitas Tidur

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur, terutama makan makanan berlemak dapat menurunkan kualitas tidur. Saat kenyang, anda mungkin akan terasa mengantuk, tetapi akan muncul perasaan gelisah sehingga membuat mudah terbangun saat tidur.

Makanan tinggi lemak seperti goreng-gorengan atau olahan daging (processed food) butuh waktu yang lebih lama untuk dicerna, sehingga beri jeda waktu agar makanan tercerna agar tidur anda lebih nyenyak.

“Waktu tidur optimal yang disarankan adalah 3-4 jam setelah makan, hal ini akan meningkatkan kualitas tidur itu sendiri dan juga karena horman triptofan akan mencapai puncaknya dalam darah dalam rentan waktu tersebut,” jelasnya.

Sebaiknya, lakukan aktivitas untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan sahur seperti membaca Al-Qur’an untuk menunggu waktu subuh sesuai dengan Sunnah Rosul. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment