Warga Mengeluh, BSP di Desa Romben Guna Banyak Kobong

0 Komentar
Reporter : Abd Wakid
Ilustrasi penyaluran bantuan sosial (Foto: Istimewa)

Ilustrasi penyaluran bantuan sosial (Foto: Istimewa)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Sejumlah masyarakat penerima bantuan sosial pangan (BSP) dari pemerintah di Desa Romben Guna Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, banyak yang mengeluh.

Pasalnya, pada waktu penerimaan berlangsung, secara tiba-tiba mereka pulang dengan tangan hampa karena dijelaskan oleh pihak e-Warung bahwa kartu yang dimiliki sudah kobong alias hangus.

“Iya kecewa lah. Tanpa alasan yang jelas tiba-tiba saja kobong. Padahal sudah antre berjam-jam,” ungkap inisial LN, salah satu penerima BSP asal Dusun Tengah.

Fenomena kartu penerima yang kobong secara tiba-tiba ini juga dirasakan oleh warga lain di desa setempat. “Saya juga kobong. Gak tahu kenapa, mungkin bukan rejeki. Kalau urusan kecewa atau tidak yang jelas kecewa lah,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Terpisah, Kepala Desa Romben Guna, Yunni Nur Fatjrona mengaku bahwa pihaknya tidak tahu menahu soal kartu penerima BSP yang kobong.

Baca Juga:  Raperda Susunan Perangkat Daerah, Herman Dali Kusuma: ini penting untuk masa depan birokrasi Sumenep

“Gak tahu saya. Kan kartunya dipegang oleh penerima, saya ini masih di jalan ada acara,” singkatnya.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Dungkek, Mulyadi belum memberikan jawaban. Saat dihubungi via sambungan panggilan Whats’App, panggilan berdering namun tidak diangkat.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengucurkan beberapa bantuan sosial untuk masyarakat. Diantaranya adalah Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan (BSP).

Bansos ini bersifat non tunai. Sebab, melalui rekening keluarga penerima manfaat (KPM). Para KPM ini juga harus memegang sendiri KKS dalam bentuk ATM dan buku rekening. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment