Kabakesbangpol Berharap Masyarakat Tidak Apatis Dalam Menggunakan Hak Pilihnya di Pemilu 2024

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Foto: Sosialisasi Pemilu Tahun 2024 di Kecamatan Gumukmas, Selasa (30/5/2023).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Terkait Pemilu Tahun 2024, Pemkab Jember bersama Bawaslu dan KPU tetap menggelar sosialisasi di beberapa titik wilayah kabupaten setempat.

Untuk kegiatan sosialisasi persiapan Pemilu dan Pemilukada tahun 2024 kali ini, bertempat di Balai Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Selasa (30/5/2023).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kabakesbangpol) Edi Budi Susilo mengajak semua perangkat kecamatan, desa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda bersinergi dan mensosialisasikan terkait kegiatan tersebut.

“Saya berharap, masyarakat tidak apatis serta menggunakan hak pilihnya pada pemilu dan pemilukada tahun depan,” ucap Edi.

Baca Juga:  Buka Musrembang RKPD Tahun 2024, Fokus Bupati AKI/AKB hingga Kemiskinan Ekstrem di Jember

Diketahui, menurut data yang disampaikan oleh Edi, tingkat partisipasi pemilu dinilai cukup baik. Yakni tercatat, sebanyak 70-80 persen untuk Pemilu.

“Kemudian sebanyak 55-60 persen pada pemilukada. Maka dari itu, kami secara masif menggunakan seluruh metode sosialisasi. Mulai melalui media cetak, elektronik, banner, pamflet, hingga bertatap muka dengan masyarakat,” ungkap Edi.

Selain itu, lanjut Edi, pihaknya juga menawarkan sosialisasi dengan cara menghibur masyarakat.

“Saya tawari juga untuk warga di Kecamatan Gumukmas, sosialisasi partisipasi pemilu melalui media wayang. Karena orang-orang disini cocok dengan wayangan,” katanya.

Baca Juga:  Akibat Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Mulai Merangkak Naik di Jember

“Yang penting, pemilu ke depan menjadi pemilu yang bahagia dan demokratis. Serta, masyarakat ikut mencoblos dan memakai hak pilihnya,” imbuhnya.

Edy menambahkan, bupati juga mengajak setiap kepala desa untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilu tahun mendatang.

“Yang mampu meningkatkan partisipasi pemilu sampai 90 persen lebih, akan dapat hadiah senilai Rp 200 juta. Hadiah tersebut bisa dalam bentuk proyek dan menggunakan dana di luar DD dan ADD,” ungkapnya.

“Untuk itu, setiap kepala desa terpilih bebas mengusulkan proyek yang sesuai dengan kebutuhan desa mereka masing-masing. Tentunya, yang menjadi prioritas,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment