Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Jelang Lebaran, PJU di Jember Diganti dan Tambah Baru

×

Jelang Lebaran, PJU di Jember Diganti dan Tambah Baru

Sebarkan artikel ini
Jelang Lebaran, PJU di Jember Diganti dan Tambah Baru
Foto: Tampak penerangan jalan di wilayah ruas jalanan menuju perkotaan, tepatnya di Jalan Gajahmada, Kecamatan Kaliwates, Selasa (26/4/2022).
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Pemkab Jember, melalui Dinas PU Cipta Karya dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) melakukan penambahan dan mengangganti lampu pada penerangan lama dengan yang baru.

Adanya penambahan dan penggantian lampu itu, guna untuk meningkatkan penerangan jalan umum di wilayah Kabupaten Jember.

Example 300x600

Kepala DPU BMSDA Rahmananda menjelaskan, untuk penambahan PJU mencapai 89 persen. Sedangkan penggantian sudah hampir selesai.

“Untuk penambahan PJU 1.700 per set sudah selesai, sedangkan yang penggantian 22.000 lampu baru sedikit lagi selesai, dengan capaian 98 persen,” ucap Rahmananda saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (26/4/2022).

Kata Rahmananda, untuk penambahan dan juga penggantian PJU itu, didanai lewat skema anggaran APBD Jember tahun jamak atau multiyears 2021-2021.

“Lampu-lampu yang terpasang bisa berfungsi untuk menerangi jalan yang tentu semakin ramai pengendara saat Lebaran nanti. PJU bisa berfungsi meski belum semuanya, tapi sudah sebagian besar. Tinggal sedikit lagi tuntas,” ujarnya.

Diketahui, terdapat sekitar 26 ribu unit PJU yang terpasang merata. Yakni di jalan-jalan 248 Desa/Kelurahan se 31 Kecamatan di Jember.

“Untuk penambahan 1.700 per set lagi, menghabiskan anggaran dana kurang lebih Rp18,3 milliar,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan progres penambahan dan penggantian lampu tersebut. DPU BMSDA menunjuk PT Syam Putra Jaya Agung sebagai penggarap.

PT Syam Putra Jaya Agung juga menangani teknis pemasangan 22 ribu buah lampu yang sebelumnya dibeli oleh Dinas Cipta Karya melalui sistem e-catalog ke PT Ahymsa Damar Delta senilai Rp86 milliar.

Kemudian, pemasangan PJU itu btujuan untuk menerangi titik-titik lokasi jalan yang belum pernah mendapatkan penerangan.

“Nantinya jenis lampunya LED, dengan harapan memangkas biaya tagihan listrik. Kan LED dengan sistemnya dikenal lebih irit daya listrik,” terangnya.

“Sejauh ini, pemakaian lampu merkuri di PJU. Kita (DPU BMSDA) mendapat tagihan listrik Rp4 miliar tiap bulannya. Oleh karena itu kami ganti dengan lampu LED supaya lebih terang cahayanya, sekaligus biaya daya listriknya lebih efisien,” sambungnya.

Lebih jauh Rahmananda mengatakan, untuk tekniks pemasangan PJU itu, jalanan beraspal paling sempit diterangi dengan lampu berdaya listrik 60-70 watt. Dengan menggunakan tiang setinggi 7 meter, berjarak sekitar 30 meter antar tiang.

“Sedangkan untuk jalanan beraspal, yang lebarnya kategori menengah. Dipasangi lampu berdaya 90 watt, tinggi tiang 9 meter, dan jaraknya antar tiang kurang lebih 40 meter,” ulasnya.

“Kemudian untuk kategori jalan lebar, memakai PJU dengan lampu berdaya 120 watt terpasang di tiang setinggi 12 meter yang masing-masing berjarak 50 meter antar tiang,” sambungnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).