Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Tumpukan Sampah Seluas Lapangan Bola Penuhi Pantai Selatan Jember

×

Tumpukan Sampah Seluas Lapangan Bola Penuhi Pantai Selatan Jember

Sebarkan artikel ini
Foto: Tumpukan sampah di pesisir Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Tumpukan sampah yang terbawa arus sungai bedadung menumpuk di wilayah muara dan pesisir Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember.

Tumpukan sampah itu menurut Relawan Baret Rescue NasDem Jember David Handoko Seto, luasnya hampir mirip separuh lapangan bola.

Example 300x600

Terdiri dari sampah-sampah rumah tangga, tumpukan ranting dan batang pohon bambu yang akrab disebut barongan, dan juga tumpukan sampah plastik dan botol-botol bekas.

“Dengan kondisi ini kami prihatin, apalagi tumpukan sampah itu banyak di muara sungai. Sehingga kami harap pemerintah daerah bisa turun untuk mengatasi. Terutama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU Cipta Karya, dan Dinas Perikanan. Materialnya ya dari atas atau hulu sungai, menumpuk di sini,” kata David saat dikonfirmasi di sekitar pesisir pantai, Jumat (24/2/2023).

Banyaknya tumpukan sampah itupun, lanjutnya, menimbulkan bau tidak sedap, bahkan sangat mencemari lingkungan. Khususnya saat terbawa ke laut.

“Untuk mengatasinya, tidak cukup hanya dilakukan oleh aktifis ataupun relawan lingkungan. Tapi perlu ditangani oleh semua sektor. Bahkan saat peringatan HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) 2023 kemarin. Kami sudah menyampaikannya ke Bapak Bupati langsung. Agar ada penanganan,” ungkapnya.

“Tumpukan sampah ini, sehari diangkut 15 truk saya yakin tidak selesai. Bahkan saya juga bisa menyebutnya itu ibarat TPA yang pindah di pinggir laut, atau Safana Sampah di pesisir pantai,” sambungnya.

Terkait perlunya kepedulian bersama untuk mengatasi persoalan sampah ini, kata David, membutuhkan campur tangan segala pihak.

“Mulai dari kebutuhan alat berat untuk mengangkat tumpukan sampah ini. Agar lingkungan kembali baik, bersih, juga sehat. Termasuk juga nantinya membantu menangani lalu lintas nelayan saat akan beraktifitas tidak terganggu. Maka kegiatan kebersihan lingkungan ini harus dilakukan. Karena saya nilai sebagai pencemaran lingkungan parah,” katanya.

Lebih lanjut pria yang juga anggota DPRD Jember dari Fraksi NasDem ini, menegaskan dirasa perlu untuk segera dilakukan penanganan.

“Sehingga nantinya dari DPRD Jember juga akan menindaklanjuti dengan adanya Perda Sampah itu. Sebagai salah satu syarat untuk peduli lingkungan, dan juga agar Jember bisa mendapatkan penghargaan Adipura,” ujarnya.

“Jadi lewat Perda ini, antara eksekutif dan legislatif bisa sama-sama pro aktif. Karena persoalan sama, tidak hanya di Pantai Pancer setahu kami. Di tempat lain pun seperti Pantai Watu Ulo juga sama,” sambungnya.

David juga menambahkan, dengan persoalan tumpukan sampah ini. Disampaikan juga menjadi keluhan masyarakat sekitar.

“Warga sekitar berharap ada penanganan, bayangkan saja tumpukan seluas ini, kira-kira separuh lapangan bola ini sangat banyak. Bahkan warga sendiri mengaku tidak mampu membersihkannya sendiri. Maka dari itu butuh campur tangan pemerintah untuk menangani,” ujarnya.

Terpisah salah seorang warga setempat Sarip mengatakan, adanya tumpukan sampah ini, selain jadi berkah juga jadi persoalan.

“Keuntungannya saya dapat banyak benda-benda seperti botol bekas plastik ataupun barang lain untuk dijual. Tapi persoalannya di sini, setahu saya sudah 20 tahunan seperti ini. Jadi pemandangan dan persoalan lingkungan,” kata Sarip.

“Saya berharap ada kepedulian bersama,
untuk menangani persoalan sampah ini. Karena mencemari lingkungan,” sambungnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).