Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Peristiwa

PWI Sumenep Siap Dampingi Korban Dugaan Intimidasi Petugas KPK untuk Buat Laporan Polisi

×

PWI Sumenep Siap Dampingi Korban Dugaan Intimidasi Petugas KPK untuk Buat Laporan Polisi

Sebarkan artikel ini
Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep, M. Samsul Arifin. (wartazone.com/Ist)
Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep, M. Samsul Arifin. (wartazone.com/Ist)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Dugaan tindakan intimidasi petugas KPK terhadap salah satu wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di Mapolres Sumenep, Madura, menuai sorotan dari sejumlah kalangan.

Ketua PWI Sumenep M. Samsul Arifin menyampaikan kesiapannya untuk mendampingi korban jika berencana mengambil langkah hukum.

M. Samsul Arifin mengaku menyesalkan dugaan intimidasi petugas KPK terhadap wartawan yang melakukan kerja jurnalistik di wilayah Sumenep.

“PWI Sumenep juga sangat menyesalkan tindakan yang demikian,” kata M. Samsul Arifin melalui keterangan tertulisnya. Kamis (18 Januari 2024).

M. Syamsul Arifin menyebut, PWI Sumenep akan mengawal bahkan akan ikut melaporkan kasus tersebut.

“Jika korban mau melaporkan ke Mapolres, PWI Sumenep mendukung, bahkan siap ikut melaporkannya,” tegasnya.

Sebab, tutur Syamsul, tindakan kekerasan seperti itu tidak boleh dibiarkan, karena jurnalis atau wartawan bekerja dilindungi undang undang.

“Tindakan tersebut wajib dilaporkan, agar petugas tidak sewenang-wenang bertindak. Kita sama- sama menjalankan tugas,” tandasnya.

Sorotan keras juga disampaikan Ketua PWI Provinsi Jawa Timur, Lutfil Hakim, ia menyarankan kepada wartawan yang disikapi kasar itu agar melaporkan petugas KPK tersebut ke Polres setempat jika terbukti secara nyata merampas kamera atau HP dan menghapus hasil kerja jurnalistik (foto) tersebut.

“Kami sarankan agar wartawan yang bersangkutan melaporkan tindakan petugas KPK itu ke Polres setempat,” tegasnya.

Sebelumnya, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat tengah berada di Mapolres Sumenep, Madura, Rabu (17/1/2024). Hal tersebut berawal saat sejumlah awak media yang tengah melakukan kegiatan peliputan melihat petugas yang mengaku penyidik KPK memasuki salah satu ruangan Mapolres Sumenep, Madura.

“Awalnya kami tidak menyangka bahwa itu petugas KPK, ketika kami mendokumentasikannya, salah satunya menegur kami dan mengambil tindakan memaksa untuk menghapus file foto di smartphone saya dan beberapa teman lainnya,” ungkap Intan HD.

Intan menuturkan bahwa dirinya juga mengalami sedikit intimidasi dalam melakukan aktivitas peliputan. Hal itu diketahui usai petugas KPK menghapus paksa file foto di smartphone rekan-rekan wartawan media online sambil menakut-nakuti para awak media.

“Cari informasi silakan, jangan mem-foto ya, itu dilarang, karena ini rahasia,” kata Insan menirukan kata-kata petugas KPK tersebut.

Kemudian, lanjutnya, petugas KPK itu mengambil handphone lalu menghapus file foto tersebut. “File foto kami langsung dihapus. Dengan nada tegas, petugas tersebut bilang begini, kalau maksa, akan saya laporkan kalian ke pak Kapolres,” terang Intan. (*)

FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.